Uni Eropa (UE) pada Jumat (12/12/2025) menyepakati pembekuan tanpa batas waktu atas aset Bank Sentral Rusia yang tersimpan di Eropa. Keputusan ini menghilangkan salah satu hambatan utama bagi UE untuk memanfaatkan dana tersebut guna membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Rusia.
UE menilai perang Rusia–Ukraina sebagai ancaman langsung bagi keamanan kawasan. Karena itu, negara-negara anggota sepakat mengaktifkan aset-aset kedaulatan Rusia yang telah dibekukan sejak invasi Moskow ke Ukraina pada 2022 untuk menopang pembiayaan Ukraina, baik kebutuhan militer maupun sipil.
Langkah kunci yang disepakati adalah membekukan sekitar €210 miliar aset kedaulatan Rusia secara permanen, alih-alih memperpanjang pembekuan setiap enam bulan. Kebijakan ini dimaksudkan menutup celah risiko politik, terutama jika negara anggota seperti Hungaria dan Slovakia—yang disebut memiliki hubungan lebih dekat dengan Moskow—menolak perpanjangan pembekuan. Dalam skema sebelumnya, penolakan tersebut berpotensi memaksa UE mengembalikan dana kepada Rusia.
Pembekuan permanen ini juga diarahkan untuk mendukung rencana UE menggunakan aset Rusia yang dibekukan sebagai dasar pinjaman hingga €165 miliar kepada Ukraina untuk menutup kebutuhan anggaran militer dan sipil pada 2026–2027. Pinjaman tersebut dirancang dibayar kembali hanya ketika Rusia membayar ganti rugi perang kepada Ukraina, sehingga pada praktiknya berfungsi sebagai hibah di muka dari pembayaran reparasi Rusia di masa depan.
Para pemimpin UE dijadwalkan bertemu pada 18 Desember untuk memfinalisasi detail pinjaman reparasi dan menyelesaikan isu jaminan. Sumber diplomatik Eropa menyebut Jerman siap memberikan jaminan €50 miliar untuk memastikan skema ini berjalan.
Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko menyebut keputusan UE sebagai “langkah bersejarah menuju keadilan dan akuntabilitas”. Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menilai pembekuan aset Rusia secara permanen dapat merusak tatanan hukum Uni Eropa.
Bank Sentral Rusia menyatakan rencana tersebut ilegal dan menegaskan haknya menempuh jalur hukum. Rusia juga menggugat Euroclear, lembaga kustodian efek berbasis di Brussel, yang menyimpan sekitar €185 miliar aset Rusia yang saat ini dibekukan.

