BERITA TERKINI
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi atas Dugaan Pelanggaran HAM di Iran dan Rusia, serta Destabilisasi di Moldova dan Haiti

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi atas Dugaan Pelanggaran HAM di Iran dan Rusia, serta Destabilisasi di Moldova dan Haiti

Brussels — Dewan Eropa pada Selasa memberlakukan serangkaian tindakan pembatasan terhadap individu dan entitas yang dinilai terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius di Rusia dan Iran, serta aktivitas yang dianggap mengancam stabilitas di Moldova dan Haiti.

Dalam pernyataannya, Dewan Eropa menyebut telah menjatuhkan sanksi kepada delapan orang dan satu entitas berdasarkan Rezim Sanksi Hak Asasi Manusia Global Uni Eropa. Mereka dinilai bertanggung jawab atas pelanggaran dan penyalahgunaan HAM serius atas nama badan-badan negara Iran di luar wilayah Iran.

Pernyataan itu mencantumkan kelompok kriminal bernama Jaringan Zindashti yang diklaim terkait dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran, termasuk pemimpinnya serta lima rekan. Dewan Eropa juga menargetkan Mohammed Ansari, yang disebut sebagai pemimpin Unit Pasukan Quds 840 Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Dewan menyatakan daftar sanksi tersebut mencerminkan kekhawatiran Uni Eropa terhadap penindasan transnasional oleh badan-badan negara Iran melalui penggunaan agen proksi, khususnya yang melibatkan penjahat dan jaringan kejahatan terorganisir, dengan sasaran para pembangkang dan pembela HAM di berbagai negara, termasuk di wilayah Uni Eropa.

Mereka yang masuk daftar sanksi akan dikenai pembekuan aset dan larangan penyediaan dana atau sumber daya ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Delapan individu yang disebutkan juga akan dilarang memasuki Uni Eropa.

Untuk Rusia, Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada lima anggota pengadilan Rusia yang disebut terlibat dalam penganiayaan terhadap aktivis Alexei Gorinov. Gorinov dijatuhi hukuman tiga tahun di koloni hukuman ketat karena “mengungkapkan pendapatnya” tentang perang di Ukraina.

Para pihak yang ditetapkan dalam sanksi Rusia itu akan menghadapi pembekuan aset, larangan bagi warga negara serta perusahaan Uni Eropa untuk memberikan dana, dan larangan bepergian yang mencegah masuk atau transit melalui wilayah Uni Eropa.

Selain itu, di Moldova, tujuh individu dan tiga entitas menjadi sasaran terkait kegiatan yang disebut mendestabilisasi menjelang pemilihan presiden 2024 dan referendum konstitusional mengenai aksesi Uni Eropa. Sanksi tersebut disebut berfokus pada rekan dekat Ilan Shor, yang sebelumnya telah dikenai sanksi Uni Eropa karena membiayai partai politik secara ilegal dan memicu kekerasan.

Orang-orang yang baru masuk daftar sanksi termasuk pemimpin dan anggota partai yang menggantikan partai terlarang SOR. Sebagian dari mereka disebut diduga terlibat dalam pembelian suara selama pemilu dan referendum aksesi Uni Eropa.

Entitas yang dikenai sanksi mencakup perusahaan A7 yang disebut berafiliasi dengan Moskow, Blok Politik Victory/Pobeda, serta Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Moldova. Pihak-pihak yang disanksi menghadapi pembekuan aset dan pembatasan perjalanan.

Dewan Eropa juga memutuskan memasukkan tiga individu terkait “kegiatan kriminal” dan “kekerasan geng” di Haiti. Mereka akan dikenai pembekuan aset, larangan dana atau sumber daya ekonomi, serta larangan bepergian.

Dewan menyatakan telah memperbarui kerangka kerja Uni Eropa terkait tindakan pembatasan terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab mengancam perdamaian, stabilitas, dan keamanan Haiti atau merusak demokrasi serta supremasi hukum di negara tersebut hingga 29 Juli 2026. Uni Eropa juga menyuarakan kekhawatiran atas kegiatan kriminal yang terus berlanjut dan mengganggu stabilitas, termasuk tingginya tingkat kekerasan geng yang dinilai merusak stabilitas kawasan.