BERITA TERKINI
Uni Eropa Dorong Kerja Sama Keamanan dengan Asia-Pasifik, namun Pengaruhnya Dipertanyakan

Uni Eropa Dorong Kerja Sama Keamanan dengan Asia-Pasifik, namun Pengaruhnya Dipertanyakan

Uni Eropa (UE) berupaya meyakinkan negara-negara Asia-Pasifik bahwa blok tersebut merupakan aktor keamanan yang relevan. Namun, upaya itu dinilai tidak mudah, terutama ketika Eropa masih tersita oleh perang di Ukraina dan persepsi di kawasan terhadap bobot strategis UE terbilang rendah.

Upaya diplomasi UE di bidang pertahanan diwarnai kendala setelah Kepala Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan UE, Josep Borrell, membatalkan kehadirannya pada KTT pertahanan Shangri-La Dialogue di Singapura akhir pekan ini karena dinyatakan positif COVID-19. Padahal, UE ingin menggunakan forum tersebut untuk menunjukkan bahwa kemitraan UE-ASEAN serta kerja sama keamanan tetap berjalan.

Shangri-La Dialogue dan agenda UE

Shangri-La Dialogue merupakan KTT pertahanan tahunan yang diselenggarakan lembaga pemikir International Institute for Strategic Studies (IISS) dan tahun ini berlangsung pada 10–12 Juni. Pidato utama dijadwalkan disampaikan oleh Menteri Pertahanan Cina Wei Fenghe, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin, serta Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio. Prancis, Jerman, dan Inggris juga diharapkan mengirim delegasi tingkat tinggi.

UE sebelumnya berharap dapat memperkenalkan kontribusinya bagi keamanan di Asia-Pasifik, termasuk melalui sesi pleno pada 12 Juni bertema “Tantangan Bersama untuk Pertahanan Asia-Pasifik dan Eropa.”

Strategi UE untuk Asia-Pasifik

Pada September tahun lalu, UE merilis kertas strategi kerja sama di Asia-Pasifik dan menyatakan berniat meningkatkan keterlibatan dengan kawasan tersebut. Menurut spesialis keamanan Asia Timur di Departemen Studi Perang King’s College London, Nicola Leveringhaus, tiga bidang yang diprioritaskan adalah konflik maritim, keamanan siber, dan kontraterorisme.

Sejumlah negara Eropa juga menampilkan kehadiran militer di kawasan. Pada Februari lalu, fregat Jerman Bayern kembali setelah menjalani penugasan tujuh bulan di Asia-Pasifik, dengan operasi yang disebut mendukung kebebasan navigasi serta latihan bersama angkatan laut Australia, Singapura, Jepang, dan AS. Prancis dan Inggris sebelumnya juga telah mengerahkan kapal angkatan laut ke wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

UE dan Jepang pada Oktober tahun lalu menggelar latihan angkatan laut bersama di lepas pantai Teluk Aden dan Laut Arab. Dalam KTT UE-Jepang bulan lalu, kedua pihak berjanji untuk lebih meningkatkan konsultasi terkait keamanan dan pertahanan.

Leveringhaus menilai keamanan Asia-Pasifik penting bagi UE karena kaitannya dengan Cina dan Amerika Serikat. Ia menyebut polarisasi persaingan geopolitik AS-Cina di kawasan memperumit tantangan keamanan serta menimbulkan konsekuensi bagi UE dan negara-negara anggotanya.

Kemitraan dengan ASEAN dan tantangan persepsi

Dalam Shangri-La Dialogue, perwakilan UE diharapkan menekankan pentingnya hubungan dengan ASEAN, dukungan berkelanjutan untuk kampanye vaksinasi COVID-19, serta isu keamanan siber.

Di tingkat kerja sama, Vietnam pada 2019 menjadi negara Asia kedua setelah Korea Selatan yang menandatangani Framework Participation Agreement di bidang keamanan dengan UE. Tahun lalu, Singapura bergabung dengan prakarsa European Union’s Enhanced Security Cooperation In and With Asia (ESIWA), proyek keamanan yang disponsori Kantor Luar Negeri Jerman serta Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis. Prakarsa itu juga melibatkan India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam.

Tahun 2022 menandai 45 tahun hubungan UE dan ASEAN. Namun, survei tahunan Asia Tenggara yang diterbitkan ISEAS–Yusof Ishak Institute di Singapura menunjukkan hanya 0,8% elit Asia Tenggara yang menganggap UE memiliki bobot politis dan strategis di kawasan. Selain itu, 16% responden menyatakan kepercayaan kuat pada UE untuk mempertahankan tatanan berbasis hukum internasional, turun dari 32% pada tahun sebelumnya.

Dengan meningkatnya ketegangan AS-Cina, UE dinilai masih harus menempuh jalan panjang untuk meyakinkan mitra regional mengenai pentingnya kerja sama keamanan. Ketidakhadiran Josep Borrell di Shangri-La Dialogue dinilai menambah tantangan bagi diplomat UE untuk menegaskan pesan tersebut.