BERITA TERKINI
UE Sepakati Penghentian Impor Gas Rusia Bertahap hingga 2027

UE Sepakati Penghentian Impor Gas Rusia Bertahap hingga 2027

Uni Eropa (UE) mencapai kesepakatan dengan Parlemen Eropa untuk menghentikan seluruh impor gas dari Rusia secara bertahap, dengan tenggat akhir pada 2027. Kebijakan ini menandai langkah terbaru UE untuk mengakhiri ketergantungan energi terhadap Rusia yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dalam kesepakatan tersebut, impor gas alam cair (LNG) dari Rusia akan dilarang sepenuhnya mulai akhir 2026. Sementara itu, impor gas melalui pipa akan dihentikan seluruhnya pada musim gugur 2027.

Aturan pelarangan juga dibedakan berdasarkan jenis kontrak. Untuk kontrak jangka pendek yang telah ada sebelum 17 Juni 2025, larangan impor LNG berlaku mulai 25 April 2026, sedangkan larangan gas pipa mulai 17 Juni 2026. Adapun untuk kontrak jangka panjang, larangan LNG akan berlaku mulai 1 Januari 2027 dan gas pipa paling lambat 1 November 2027.

Menteri Iklim Denmark Lars Aagaard menyebut kesepakatan ini sebagai kemenangan besar bagi Eropa. Ia menegaskan perlunya mengakhiri ketergantungan UE pada gas Rusia dan menjadikan larangan tersebut bersifat permanen.

Anggota Parlemen Eropa asal Finlandia Ville Niinistö juga menilai kesepakatan ini sebagai capaian bersejarah. Menurutnya, UE memasuki era baru yang bebas dari gas dan minyak Rusia sehingga Moskow tidak lagi dapat menggunakan energi sebagai alat tekanan politik.

Ketergantungan energi UE terhadap Rusia telah menurun tajam sejak invasi Moskow ke Ukraina pada 2022. Porsi impor gas Rusia turun dari sekitar 45% menjadi 12% pada Oktober 2024. Namun, sejumlah negara seperti Hongaria, Prancis, dan Belgia masih menerima pasokan gas Rusia, sehingga regulasi baru ini diharapkan memberikan kepastian hukum bagi seluruh kawasan.

Dari sisi ekonomi, UE masih mengimpor LNG Rusia senilai sekitar 4,5 miliar euro pada paruh pertama 2025. Pada 2024, total impor gas dan produk olahan dari Rusia mencapai 15,6 miliar euro. Penghentian impor ini diharapkan menghentikan aliran dana tersebut sekaligus menekan pendapatan energi Rusia.

Kesepakatan itu juga memuat klausul keselamatan. Jika suatu negara anggota menghadapi ancaman serius terhadap keamanan pasokan energi, Komisi Eropa dapat memberikan izin sementara untuk menangguhkan larangan impor gas, tetapi hanya jika negara tersebut menyatakan keadaan darurat.

Selain gas, UE juga menyiapkan langkah lanjutan terkait minyak Rusia. Komisi Eropa disebut akan mengajukan rencana untuk menghentikan ekspor minyak Rusia ke Slovakia dan Hungaria pada akhir 2027. Kedua negara tersebut masih bergantung pada energi fosil Rusia dan kerap memblokir keputusan strategis terkait Ukraina.