BERITA TERKINI
Trump Tunda Serangan ke Iran Lima Hari, Diplomasi Berlangsung di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Trump Tunda Serangan ke Iran Lima Hari, Diplomasi Berlangsung di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran selama lima hari, menyusul pembicaraan intensif kedua negara yang disebutnya “sangat baik dan produktif.” Penundaan ini, menurut Trump, bergantung pada hasil diskusi yang masih berlangsung.

Dalam pernyataan di akun Truth Social pada Senin (23/3/2026), Trump menulis telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda seluruh serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Washington membuka ruang diplomasi di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung hampir sebulan.

Meski demikian, Trump sebelumnya melontarkan ancaman terbaru terkait Selat Hormuz pada Minggu (22/3/2026). Ia memberi tenggat 48 jam agar jalur strategis itu dibuka kembali, dengan peringatan bahwa Amerika Serikat akan menyerang pembangkit listrik Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Ancaman itu memicu kekhawatiran investor karena Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia. “Jika Iran tidak membuka Selat Hormuz, kami akan menghancurkan pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” tulis Trump.

Iran disebut membalas dengan ancaman akan menyerang seluruh pusat energi Amerika Serikat di Timur Tengah. Situasi saling ancam ini menambah ketidakpastian di pasar, meski pengumuman penundaan serangan dinilai meredakan ketegangan dalam jangka pendek.

Selain penundaan serangan, Trump juga menyatakan keinginan membuka kuota impor minyak Iran sebesar 140 ribu barel. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menekan lonjakan harga energi global dan menjaga stabilitas pasokan. Trump menegaskan impor tersebut hanya berlaku untuk minyak yang sudah berada di laut, bukan produksi baru.

Di sisi lain, gejolak turut tercermin di pasar keuangan. Ringkasan laporan menyebut pasar Asia melemah, sementara harga emas anjlok ke level terendah sejak 2025. Harga emas Antam juga dilaporkan turun Rp153.000 dalam lima hari.