BERITA TERKINI
Buku "Rasa Bhayangkara Nusantara" Diperkenalkan di Korea Selatan untuk Perkuat Diplomasi Budaya

Buku "Rasa Bhayangkara Nusantara" Diperkenalkan di Korea Selatan untuk Perkuat Diplomasi Budaya

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara atau Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia's Free Nutritious Meals Program resmi diperkenalkan di Korea Selatan. Kehadiran buku ini melanjutkan rangkaian perjalanannya ke berbagai negara setelah sebelumnya menjangkau kawasan Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang.

Perkenalan buku di Korea Selatan disebut menjadi bagian dari upaya memperluas diplomasi budaya Indonesia di Asia. Inisiatif ini diprakarsai oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, bekerja sama dengan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Sebelum tiba di Korea Selatan, buku tersebut telah dibawa ke sejumlah lokasi, antara lain London, World Economic Forum di Davos, Washington D.C., Jeddah, serta Kedutaan Besar Jepang. Dalam keterangan resmi pada Rabu (1/4), Dedi Prasetyo menyatakan perjalanan buku ini merupakan bagian dari strategi diplomasi Indonesia melalui pendekatan gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan.

Di Korea Selatan, Dirgayuza Setiawan menyerahkan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan. Menurut Dirgayuza, Cecep memberi perhatian pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk hal-hal yang dapat dipelajari dari implementasi program serupa di Korea Selatan.

Dirgayuza menjelaskan Korea Selatan telah lebih dahulu menjalankan program makan bergizi skala nasional. Implementasinya disebut memerlukan waktu panjang karena menggunakan sistem dapur langsung di sekolah, dengan pengembangan yang dilakukan bertahap dan terstruktur. Ia menyebut Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 triliun per tahun dan membutuhkan kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan program tersebut secara nasional. Program itu juga disebut telah menjadi bagian dari kultur, termasuk ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menggambarkan peran dapur sekolah dalam penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

Melalui kehadiran buku ini, diharapkan diplomasi kuliner Indonesia–Korea Selatan dapat semakin menguat, terutama karena kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional bagi anak sekolah. Perjalanan buku tersebut juga diposisikan bukan hanya sebagai promosi kuliner, melainkan sebagai sarana komunikasi kebijakan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Rasa Bhayangkara Nusantara ditulis bersama oleh Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan. Buku ini memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan prioritas nasional.

Inisiatif ini turut menegaskan peran Polri bersama pemerintah dalam membawa inovasi, kebijakan, dan identitas Indonesia ke panggung global, tidak hanya melalui aspek keamanan, tetapi juga lewat diplomasi berbasis budaya.