Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan kehormatan tertinggi dari Pemerintah Republik Korea, The Grand Order of Mugunghwa, dalam seremoni resmi yang digelar di Istana Kepresidenan Korea, Rabu (1/4/2026).
Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, dalam acara diplomatik bertajuk Friendship Event.
Grand Order of Mugunghwa merupakan penghargaan nasional tertinggi Korea Selatan. Tanda jasa ini secara eksklusif diberikan kepada kepala negara, baik dari dalam negeri maupun negara sahabat, atas kontribusi luar biasa dalam mendukung pembangunan dan keamanan Korea.
Pemerintah Korea Selatan menyebut penganugerahan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral, terutama terkait peningkatan status kemitraan kedua negara menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Indonesia dan Korea Selatan disebut mengalami percepatan, khususnya di sektor investasi, industri pertahanan, dan hilirisasi.
Sejumlah tokoh dunia yang pernah menerima penghargaan yang sama antara lain Syngman Rhee, Hussein of Jordan, Ratu Elizabeth II, hingga Emmanuel Macron. Hal ini menegaskan posisi Grand Order of Mugunghwa sebagai bagian dari tradisi diplomasi tingkat tinggi yang sarat pesan simbolik.
Di balik kemegahan simbol penghargaan—yang berupa kalung emas, bintang kehormatan, hingga pin berlian—muncul pertanyaan mengenai dampak substansialnya bagi kepentingan nasional Indonesia. Sejumlah isu yang mengemuka mencakup sejauh mana kemitraan strategis dengan Korea Selatan menghadirkan transfer teknologi, membuka lapangan kerja berkualitas, atau justru memperlebar ketergantungan pada investasi asing.
Penganugerahan ini sekaligus mempertegas kedekatan Indonesia dan Korea Selatan pada level elit politik.

