Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa pemerintahannya mulai menyiapkan operasi darat untuk memerangi apa yang ia sebut sebagai “kartel narkoba” di Venezuela. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers mengenai kejahatan transnasional.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut rencana operasi darat tersebut sebagai peningkatan besar dalam kampanye antinarkotika AS. Ia mengatakan langkah itu ditujukan untuk menindak pihak-pihak yang membawa narkoba ke Amerika Serikat.
Meski demikian, Trump menolak anggapan bahwa rencana tersebut merupakan deklarasi perang. “Yah, saya rasa kita tidak akan meminta deklarasi perang, saya rasa kita hanya akan membunuh orang-orang yang membawa narkoba ke negara kita,” ujarnya.
Trump juga menyinggung jalur masuk narkoba melalui laut. Ia menyatakan bahwa narkoba yang masuk lewat laut jumlahnya kurang dari 5% dibandingkan tahun lalu, seraya menambahkan bahwa jalur darat akan menjadi target berikutnya.
Pernyataan ini disebut memicu kekhawatiran meningkatnya risiko konfrontasi antara AS dan Venezuela, termasuk dugaan bahwa alasan pemberantasan narkoba dapat digunakan sebagai dalih untuk mendorong perubahan rezim terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Selain itu, Trump menyarankan agar Menteri Perang Pete Hegseth memberikan pengarahan kepada Kongres terkait aksi militer yang akan datang.

