Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan tegas pada Senin (23/3) terkait rencana Washington terhadap cadangan uranium Iran. Trump mengatakan, jika kesepakatan antara kedua negara tercapai, Amerika Serikat akan mengambil alih seluruh uranium yang telah diperkaya milik Teheran.
Ketika ditanya mengenai mekanisme AS untuk mendapatkan material nuklir yang menjadi sengketa tersebut, Trump menyebut hal itu “sangat mudah.” Ia menegaskan, “Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri.”
Trump juga mengungkapkan bahwa komunikasi terbaru antara Washington dan Teheran berlangsung pada Minggu malam. Meski pihak Iran membantah adanya pembicaraan itu, Trump menyatakan kedua pihak sedang mengarah pada kompromi.
“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan sebelum melakukan perjalanan ke wilayah selatan Amerika Serikat.
Ia memberi sinyal komunikasi akan terus berlanjut dan menyebut kemungkinan pertemuan lanjutan pada hari yang sama, termasuk melalui telepon. Terkait pertemuan langsung, Trump memprediksi pejabat kedua negara akan bertemu tatap muka “pada suatu saat, sangat, sangat segera.”
Trump menilai pertemuan di lokasi di luar Iran mungkin terjadi karena, menurutnya, para pejabat Iran sulit meninggalkan negara mereka.
Di sisi lain, Trump tetap menyertakan ancaman militer. Menyinggung jeda serangan selama lima hari terhadap fasilitas energi Iran yang ia umumkan pada pagi hari, Trump menegaskan kelanjutan serangan bergantung pada respons Iran.
“Kita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hari kita,” ujar Trump.

