MELBOURNE — Pelajar Tien mencatatkan tonggak penting di Australia Terbuka setelah melaju ke perempat final dan menjadi pemain termuda yang menembus delapan besar di Melbourne Park sejak 2015. Petenis berusia 20 tahun itu juga menjadi orang Amerika termuda yang mencapai fase ini di turnamen Grand Slam sejak Andy Roddick di AS Terbuka 2002.
Tien memastikan tempat di perempat final usai mengalahkan Daniil Medvedev, runner-up Australia Terbuka tiga kali, dengan skor 6-4, 6-0, 6-3 pada Minggu. Kemenangan ini datang setahun setelah Tien kalah lima set dari Medvedev pada putaran kedua, dalam laga yang terjadi setahun setelah Medvedev menjuarai AS Terbuka 2021.
“Terasa luar biasa. Istimewa sekali bisa melakukannya, apalagi di sini,” kata Tien. Ia menyebut pencapaian ini sebagai salah satu target besar yang ingin diraih tahun ini.
Perkembangan Tien terlihat dibandingkan penampilannya pada musim sebelumnya, ketika perjalanannya di turnamen besar di Australia berakhir pada putaran keempat. Ia menilai dirinya kini memiliki lebih banyak pengalaman, meski jarak waktunya hanya satu tahun.
Di luar tur, Tien masih tinggal bersama orang tuanya. Ia juga kini bekerja dengan tim pelatih yang melibatkan Michael Chang, juara Prancis Terbuka 1989. Tien mengatakan ia terbuka terhadap masukan tegas dari Chang, terutama untuk mengingatkan hal-hal yang bisa terlewat pada momen-momen krusial pertandingan.
Tantangan berikutnya akan lebih berat. Di perempat final, Tien dijadwalkan menghadapi unggulan ketiga Alexander Zverev, finalis Australia Terbuka tahun lalu. Zverev melangkah dengan mengalahkan Francisco Cerundolo 6-2, 6-4, 6-4, yang menjadi kemenangan straight set pertamanya di turnamen tersebut.
Tien mengingat rekornya melawan Zverev: ia pernah menang pada pertemuan pertama, namun kalah telak pada pertemuan kedua. Menurutnya, Zverev tampil sangat baik di Melbourne dan laga nanti akan menjadi tantangan yang ia nantikan.
Dalam pertandingan melawan Medvedev, Tien sempat mengalami mimisan dan membutuhkan waktu istirahat medis setelah gim ketiga. Pertandingan terhenti sekitar tujuh menit untuk tisu dan perawatan, namun situasi itu tidak mengganggu permainannya. Tien menyebut ia bersyukur bisa mempertahankan momentum, serta menilai pendarahan tersebut bukan sesuatu yang serius dan mengaitkannya dengan udara musim panas Melbourne yang kering.
Tien juga mendapat dukungan kuat dari penonton di Margaret Court Arena. Di antara penonton, tampak puluhan penggemar mengenakan pelat “L” — tanda yang secara lokal digunakan pengemudi pelajar, berupa huruf L hitam dengan latar kuning. Tien mengaku dukungan penonton selalu luar biasa setiap kali ia bermain di sana, meski ia tidak mengetahui pasti alasannya.
Medvedev mengakui permainan Tien yang agresif membuatnya kesulitan. Petenis Rusia itu mengatakan bahkan saat ia menghasilkan pukulan bagus, Tien kerap mampu membalas dengan pukulan yang lebih baik. Medvedev juga menyebut lawannya tampil dalam pertandingan di mana “semuanya berjalan lancar,” hingga ia sempat mencoba mengubah ritme, termasuk dengan percobaan servis ketiak.

