Semangat menjalani hidup lebih sehat menguat di kawasan Asia Pasifik pada awal tahun, berdasarkan hasil survei yang dilakukan di 11 negara. Indonesia menjadi salah satu negara dengan mayoritas responden (58 persen) yang menilai pencapaian tujuan kesehatan relatif mudah dicapai.
Temuan tersebut berasal dari Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan Herbalife. Survei ini memotret rencana dan tantangan masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat, sekaligus melihat kaitannya dengan keyakinan ekonomi.
Dalam 12 bulan mendatang, tindakan utama yang direncanakan responden mencakup meluangkan lebih banyak waktu untuk berolahraga (64 persen), menghentikan kebiasaan tidak sehat (61 persen), serta menyiapkan makanan yang lebih sehat (45 persen).
Namun, survei juga mencatat sejumlah hambatan yang kerap mengganggu konsistensi penerapan gaya hidup sehat. Dua kendala utama yang paling banyak disebut adalah kurangnya disiplin (59 persen) dan kurangnya waktu (41 persen).
Survei tersebut dilakukan pada Oktober 2025 dengan melibatkan 8.505 responden, termasuk 2.245 pengusaha, di 11 pasar: Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyatakan survei menempatkan responden Indonesia sebagai salah satu yang memiliki keinginan kuat menjalani gaya hidup sehat, disertai tingkat keyakinan ekonomi yang lebih tinggi di wilayah APAC.
“Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, yang mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan kesejahteraan,” kata Oktrianto.
Survei juga mencatat 86 persen responden di Indonesia menyatakan optimistis terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam 12 bulan mendatang.
Dari sisi rencana terkait tujuan ekonomi, responden di Indonesia menyebut akan mengurangi pengeluaran untuk barang non-esensial (67 persen) dan memulai usaha sendiri (47 persen).

