Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan menyerukan kepada negara-negara anggota “koalisi yang bersedia” untuk meningkatkan donasi senjata jarak jauh kepada Ukraina. Seruan itu akan disampaikan pada Jumat dalam pertemuan yang diselenggarakan di London dan dihadiri Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Menurut keterangan dari kantor Starmer, sejumlah pemimpin dijadwalkan hadir langsung di ibu kota Inggris, termasuk Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Perdana Menteri Belanda Dick Schoof, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Selain itu, sekitar 20 pemimpin lain—termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron—akan bergabung melalui konferensi video.
Koalisi tersebut disebut menyatukan 26 negara, mayoritas dari Eropa, dan dipimpin bersama oleh Starmer dan Macron. Dalam pertemuan ini, Starmer diperkirakan akan meminta para pemimpin untuk menempatkan Ukraina pada posisi yang lebih kuat menjelang musim dingin.
Selain mendorong penguatan sanksi terhadap minyak Rusia, Starmer juga akan meminta mitranya menyelesaikan langkah untuk menggunakan sumber daya Rusia guna membuka pendanaan bernilai miliaran pound bagi pertahanan Ukraina. Downing Street menyebut dorongan itu juga mencakup peningkatan donasi sistem persenjataan jarak jauh.
Sejumlah negara Eropa telah memasok rudal jarak jauh kepada Ukraina, termasuk Scalp dari Prancis dan Storm Shadow dari Inggris, namun disebut masih dalam jumlah terbatas. Di sisi lain, Ukraina juga memproduksi beberapa rudal jenis ini, seperti Flamingo dan Neptune.
Dalam perkembangan lain, Ukraina belum berhasil memperoleh rudal Taurus dari Jerman. Sementara itu, Amerika Serikat sejauh ini juga menolak mengirimkan rudal Tomahawk yang diharapkan Zelensky.
Starmer juga diperkirakan mengumumkan percepatan program produksi rudal pertahanan Inggris yang ditujukan untuk memasok Ukraina dengan lebih dari 5.000 perangkat. Dari jumlah tersebut, sekitar 140 unit “rudal multiperan ringan” disebut dapat dikirimkan pada musim dingin ini.

