Nama aktor Jepang Sota Fukushi menjadi perbincangan di kalangan penonton drama Korea setelah ia bergabung dalam serial terbaru berjudul Can This Love Be Translated?. Alih-alih disambut positif, kehadirannya justru memicu seruan boikot dari sebagian publik Korea Selatan.
Sota Fukushi dikenal sebagai aktor populer Jepang yang berada di bawah agensi Ken-On. Ia mulai dikenal luas lewat perannya sebagai Gentaro Kisaragi dalam Kamen Rider, lalu melanjutkan karier melalui sejumlah judul drama dan film seperti Koinaka, Strobe Edge, My Tomorrow, Your Yesterday, hingga Bleach.
Dalam Can This Love Be Translated? yang tayang mulai Januari 2026, cerita berpusat pada Cha Mu Hee (Go Yoon Jung), seorang artis papan atas yang menjalin kedekatan dengan penerjemah pribadinya, Ju Ho Jin (Kim Seon Ho). Hubungan profesional keduanya perlahan berkembang menjadi romansa.
Sota Fukushi memerankan karakter Hiro, sosok yang menaruh perasaan pada Cha Mu Hee, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Sejumlah penonton menilai perannya hanya menjadi pelengkap dalam jalur cerita utama.
Kontroversi yang memicu penolakan tidak berkaitan dengan alur drama, melainkan pernyataan lama Fukushi yang kembali disorot warganet Korea Selatan. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Fuji TV pada 15 Agustus 2015, ketika ia menyinggung sejarah Perang Pasifik dan keluarganya.
"Kakek saya juga menghadapi akhir perang sambil berlatih menjadi kamikaze. Saya menghormati kakek saya. Kita berada di posisi kita sekarang berkat mereka," ujar Fukushi Sota dalam acara Fuji TV yang dilansir dari Preview.
Bagi sebagian penonton Korea Selatan, isu sejarah tersebut dinilai sensitif. Mereka menilai keterlibatan Sota Fukushi dalam produksi drama Korea tidak sejalan dengan luka sejarah yang dinilai masih membekas. Dari situ, muncul ajakan untuk memboikot Can This Love Be Translated? sekaligus menolak kehadiran Fukushi, yang kemudian menyebar cepat melalui media sosial disertai berbagai tagar penolakan.
Di tengah polemik, sebagian warganet juga melabeli Sota Fukushi sebagai "aktor sayap kanan", yang turut memperkeruh suasana di kalangan penonton.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Sota Fukushi, para pemain lain, maupun tim produksi drama terkait kontroversi tersebut. Meski demikian, Netflix tetap menayangkan Can This Love Be Translated? sejak 16 Januari 2026 dan serial tersebut masih dapat ditonton.

