Pemerintah Singapura resmi menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026, didorong meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta ketahanan pertumbuhan ekonomi global.
Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura pada Selasa (10/2) menyatakan Produk Domestik Bruto (PDB) 2026 kini diperkirakan tumbuh di kisaran 2% hingga 4%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi awal yang berada pada rentang 1% hingga 3%.
Revisi naik ini mencerminkan daya tahan Singapura yang bergantung pada perdagangan di tengah kondisi ekonomi global yang dinilai tetap tangguh, meski negara itu turut menghadapi gelombang awal tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tren positif AI secara global juga disebut menjadi penggerak bagi manufaktur teknologi tinggi serta ekspor Singapura.
Di sisi kebijakan, sebagian analis menilai percepatan pertumbuhan berpotensi mendorong bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS), untuk memperketat kebijakan moneter pada akhir tahun. Namun, Kepala Ekonom MAS Edward Robinson belum memberikan sinyal perubahan dan tetap memproyeksikan inflasi akan kembali normal pada kisaran 1% hingga 2% tahun ini.

