Singapura menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ke kisaran 2% hingga 4%, menyusul kinerja produk domestik bruto (PDB) 2025 yang lebih baik dari perkiraan. Pemerintah menilai prospek ekonomi global yang mendukung serta derasnya investasi kecerdasan buatan (AI) berpotensi mendorong ekspor.
Data pemerintah yang dirilis Selasa (10/2/2026) menunjukkan ekonomi Singapura tumbuh 6,9% pada kuartal IV-2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari estimasi awal resmi sebesar 5,7%.
Secara kuartalan dan telah disesuaikan secara musiman, PDB pada periode Oktober–Desember 2025 meningkat 2,1%, juga melampaui perkiraan awal sebesar 1,9%.
Kementerian Perdagangan menyatakan revisi proyeksi dilakukan karena ekonomi global melampaui ekspektasi pada akhir 2025 dan momentum tersebut dinilai berlanjut hingga tahun ini. Dalam penjelasannya, kementerian menyebut prospek pertumbuhan 2026 untuk sektor manufaktur dan jasa terkait perdagangan di Singapura membaik sejak November.
Kepala Ekonom Kementerian Perdagangan, Yong Yik Wei, mengatakan kepada wartawan bahwa kementerian telah memasukkan “momentum berkelanjutan dalam booming investasi AI” ke dalam perkiraan pertumbuhan.
Dari sisi harga, Kepala Ekonom Otoritas Moneter Singapura (MAS), Edward Robinson, menyatakan bank sentral tetap yakin inflasi bergerak menuju kisaran proyeksi 1% hingga 2%. MAS, menurutnya, akan terus memantau tren inflasi global dalam tinjauan kebijakan. Ia menambahkan, MAS berada pada posisi yang tepat untuk merespons secara efektif terhadap risiko apa pun terhadap stabilitas harga jangka menengah.
Sementara itu, ekonom Barclays Brian Tan menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB Singapura 2026 menjadi 3,5% dari sebelumnya 2,5%. Namun, ia juga memperkirakan kontraksi ringan secara kuartal-ke-kuartal sebesar 0,5% pada kuartal pertama 2026.
Tan menyoroti produksi biomedis yang melonjak ke puncaknya pada Oktober, mencapai 201% di atas tingkat produksi bulanan rata-rata selama Juni hingga Agustus, sebelum turun pada Desember. Menurutnya, meski kebangkitan kembali tidak bisa dikesampingkan mengingat volatilitas sektor tersebut, hilangnya lonjakan besar dari biomedis mengindikasikan PDB kuartal pertama berpotensi mengalami kontraksi berurutan.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Singapura pada 2025 tercatat 5,0%, dibandingkan angka sementara 4,8% dan pertumbuhan 2024 yang direvisi sebesar 5,3%.
Dalam pernyataan terpisah, Enterprise Singapore turut menaikkan perkiraan pertumbuhan ekspor domestik non-minyak (NODX) menjadi 2% hingga 4%, dari sebelumnya 0 hingga 2%. Lembaga itu menilai permintaan kuat terkait AI dan harga emas yang tinggi masih dapat menopang pertumbuhan NODX, meski terdapat risiko penurunan seperti meningkatnya ketegangan perdagangan atau koreksi pada permintaan investasi terkait AI.

