BERITA TERKINI
Tokoh-tokoh Riau Bergabung dalam The World Peace Guard, Dorong Penyelesaian Konflik Non-Kekerasan

Tokoh-tokoh Riau Bergabung dalam The World Peace Guard, Dorong Penyelesaian Konflik Non-Kekerasan

Sejumlah tokoh penting dari Provinsi Riau bergabung dalam organisasi kemanusiaan internasional The World Peace Guard sebagai perwakilan wilayah Riau. Organisasi tersebut disebut beranggotakan 202 negara dan mengusung misi perdamaian global.

Kehadiran para tokoh itu dinilai sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung gerakan perdamaian dunia yang berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Perwakilan Riau dalam organisasi ini dipimpin oleh Ruslan SE, SH, yang dipercaya mengoordinasikan peran dan kontribusi para tokoh daerah dalam misi perdamaian global.

Tokoh-tokoh yang turut bergabung antara lain Dr. H. Rusli Zainal, MP; Brigjen Purn. Edi Natar Nasution; Datuk Panglima Tengku Hariyanto; Prof. Haris Gunawan; Dr. Eng. Syahminan, SY, MT, IPU; Prof. Edi Erwan; Dr. Elviriadi, S.Pi, M.Si; Drs. H. Said Saglul Amri, M.Si, ME; Dr. Agusnimat; serta Drs. H. Tarmizi Tohor, MA.

Ruslan menjelaskan The World Peace Guard berdiri dengan semangat kemanusiaan universal. “Gerakan perdamaian harus berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, kebebasan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia demi terciptanya ketertiban dan kedamaian dunia,” ujarnya pada 8 Februari.

Ia menambahkan, organisasi ini memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan The World Peace Committee untuk mewujudkan visi dan misi perdamaian. “Pengamanan dan dukungan terhadap berbagai kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun perdamaian dunia secara profesional dan netral,” kata Ruslan.

Menurutnya, pendekatan yang ditempuh mengedepankan dialog dan kerja sama lintas negara, agama, dan budaya. “Upaya menjaga dan mempromosikan perdamaian dunia dilakukan melalui pendekatan kemanusiaan, dialog, serta kerja sama lintas bangsa dan budaya,” ujarnya.

Ruslan juga menegaskan bahwa organisasi ini menempatkan nilai kemanusiaan universal sebagai dasar utama dalam setiap kegiatan, termasuk perlindungan hak asasi manusia, keadilan sosial, dan martabat individu. Ia menyebut penyelesaian konflik secara damai menjadi fokus utama. “Penyelesaian konflik harus dilakukan dengan cara damai, non-kekerasan, serta bermartabat sesuai dengan prinsip hukum internasional,” tuturnya.

Dalam menjalankan tugas, kata Ruslan, organisasi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan menjunjung disiplin, integritas, dan netralitas. Ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi strategi penting, termasuk kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian dunia.

Ruslan menekankan The World Peace Guard bersifat independen, non-politis, dan non-kekerasan serta tidak terafiliasi dengan kepentingan politik maupun militer. Ia juga menyebut organisasi berpedoman pada prinsip perdamaian internasional serta hukum nasional dan internasional yang berlaku.

Selain itu, Ruslan menyatakan keberadaan organisasi diharapkan menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam menjaga perdamaian. Ia menilai bergabungnya sejumlah tokoh Riau dapat menjadi kekuatan moral untuk memperkuat gerakan perdamaian berbasis nilai kemanusiaan.

Ruslan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Dumai periode 2023–2028 menegaskan organisasi tersebut tidak memiliki unsur persenjataan maupun tindakan koersif. “Organisasi kemanusiaan mengedepankan dialog, edukasi, dan pendekatan sosial dalam menjaga perdamaian,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran perwakilan Riau dalam The World Peace Guard dapat membawa dampak positif bagi masyarakat luas. “Kontribusi nyata diperlukan dalam menciptakan dunia yang damai, adil, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan untuk generasi masa depan,” tutupnya.