Serangan drone jarak jauh Ukraina yang meningkat dalam dua pekan terakhir dilaporkan melumpuhkan sebagian infrastruktur minyak dan gas Rusia. Dampaknya memicu reaksi keras dari Kremlin, yang secara terbuka memperingatkan negara-negara Eropa agar menghentikan pendanaan yang berkaitan dengan produksi senjata untuk Kyiv.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu pekan ini menyatakan dukungan Eropa terhadap teknologi drone Ukraina sebagai langkah yang dinilai “sengaja memicu eskalasi”. Rusia juga menerbitkan daftar alamat perusahaan pertahanan Eropa yang disebut terlibat dalam produksi senjata bersama Ukraina.
Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev mempertegas peringatan tersebut dengan menyebut daftar perusahaan itu sebagai “target potensial bagi angkatan bersenjata Rusia”.
Ancaman dari Moskow muncul setelah Ukraina mengamankan sejumlah kesepakatan dengan negara-negara Eropa. Jerman menyetujui investasi 300 juta euro untuk kemampuan serangan jarak jauh serta pengadaan 5.000 drone serang jarak menengah. Sementara itu, Norwegia menandatangani perjanjian produksi drone bersama dan menyumbangkan dana 560 juta euro.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia kini bukan lagi hal yang luar biasa. Ia juga menyebut industri pertahanan Ukraina telah tumbuh lebih dari 50 kali lipat sejak awal invasi.
Dari sisi ekonomi, laporan Reuters menyebut Rusia kehilangan sekitar 40% dari potensi keuntungan ekspor minyaknya. Ukraina disebut berhasil merusak kemampuan ekspor setidaknya 2 juta barel minyak per hari melalui serangan yang menargetkan berbagai bagian infrastruktur energi, mulai dari anjungan pengeboran di Laut Kaspia hingga stasiun pemompaan di Krasnodar Krai.
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi pada akhir Maret hingga awal April. Di pelabuhan Primorsk dan Ust-Luga, fasilitas penyimpanan disebut kehilangan hingga 30–40%. Pengiriman minyak dari dua pelabuhan utama di Laut Baltik itu juga merosot, dari rata-rata sekitar 50 kapal per pekan menjadi hanya sesekali.
Di kawasan Laut Hitam, fasilitas di Sheskharis serta kilang di Tuapse dilaporkan mengalami kebakaran besar yang dikonfirmasi melalui citra satelit. Kerugian material juga disebut signifikan, dengan perkiraan minyak senilai 200 juta dolar AS hangus terbakar dalam satu serangan di Primorsk.
Institute for the Study of War (ISW) menilai Rusia tampaknya belum berhasil mengembangkan sistem pertahanan berbiaya rendah untuk menahan serangan drone massal Ukraina. Temuan lain menyebut adanya sistem pertahanan udara “improvisasi” yang menggunakan rudal pesawat dipasang di atas truk.
Zelenskyy menyatakan hanya kerugian finansial yang signifikan yang akan mendorong Rusia mempertimbangkan skenario penghentian perang.