Moskow — Rusia menyatakan tidak berencana menutup perbatasannya bagi warga negara Eropa, meski Uni Eropa memperketat aturan visa Schengen untuk warga Rusia.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko kepada RIA Novosti. Ia menegaskan Rusia tidak akan membalas pengetatan tersebut dengan pembatasan masuk bagi warga Eropa.
“Dari kami, kami tidak berencana menutup perbatasan bagi warga negara Eropa atau membatasi masuknya mereka ke Rusia,” kata Grushko.
Menurut dia, kontak antarorang, pariwisata, bisnis, serta hubungan kemanusiaan seharusnya tetap dipertahankan. Grushko juga mengatakan Rusia ingin membangun jembatan hubungan antarmasyarakat meski, menurutnya, terdapat upaya Uni Eropa untuk merusak hubungan tersebut.
Di sisi lain, Uni Eropa disebut terus memperluas sanksi, termasuk larangan perjalanan yang menargetkan individu tertentu dan pengetatan visa. Kebijakan itu diperkirakan tidak akan dilonggarkan hingga situasi di Ukraina berubah.
Selain kebijakan terkait visa dan perjalanan, pembatasan juga terjadi pada jalur maritim. Finlandia menutup sejumlah pelabuhan kecil—Haapasaari, Nuijamaa, dan Santio—untuk lalu lintas rekreasi sejak April 2024.