Rusia memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang akan menggambarkan pembantaian Srebrenica sebagai tindakan genosida. Pembantaian Srebrenica merujuk pada peristiwa tewasnya sekitar 8.000 pria dan remaja etnis Muslim Bosniak pada Juli 1995 di wilayah Srebrenica.
Rancangan resolusi tersebut disusun untuk menandai peringatan 20 tahun kekejaman berdarah yang terjadi di tengah pecahnya Yugoslavia menjadi sejumlah negara merdeka. Dalam teksnya, resolusi itu menyatakan bahwa “penerimaan peristiwa tragis di Srebrenica sebagai genosida merupakan prasyarat untuk rekonsiliasi”.
Peristiwa ini terjadi dalam konteks Perang Bosnia, ketika Serbia—didukung pasukan Serbia Bosnia—memerangi pemerintahan yang dipimpin Muslim Bosnia. Dalam perang tersebut, ribuan orang dilaporkan mencari perlindungan di tempat yang seharusnya dapat menjadi lokasi berlindung.

