Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan terarah terhadap infrastruktur energi dan militer Ukraina di sejumlah wilayah pada Minggu (25/1/2026). Menurut Moskow, serangan tersebut ditujukan untuk melumpuhkan pasokan energi yang disebut menjadi tumpuan bagi kompleks industri militer Ukraina.
Dalam pernyataan resminya, Rusia menyebut target operasi mencakup bengkel produksi militer serta titik-titik yang diklaim digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan peluncuran drone jarak jauh.
Rusia juga mengklaim telah menyerang titik penempatan sementara yang disebut menjadi basis formasi bersenjata Ukraina serta tentara bayaran asing. Serangan tersebut dilaporkan terjadi di sedikitnya 159 wilayah.
Selain itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menggagalkan serangan balasan dari Ukraina. Dalam periode yang sama, Rusia mengklaim mencegat dua bom berpemandu, 31 roket dari sistem peluncur ganda HIMARS buatan Amerika Serikat, serta 68 pesawat nirawak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ukraina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rincian kerusakan maupun total kerugian akibat serangan tersebut.

