BERITA TERKINI
Rusia Klaim NATO Rencanakan Blokade Kaliningrad, Angkatan Laut Siap “Patahkan” Jika Diplomasi Gagal

Rusia Klaim NATO Rencanakan Blokade Kaliningrad, Angkatan Laut Siap “Patahkan” Jika Diplomasi Gagal

Rusia menyatakan keyakinannya bahwa aliansi militer NATO berencana memberlakukan blokade terhadap eksklave Rusia, Kaliningrad, di Laut Baltik. Moskow menilai langkah tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di Eropa dan membuka risiko eskalasi militer.

Menurut pernyataan yang dikutip dalam laporan, Rusia menilai penerapan rencana blokade angkatan laut akan menjadi bentuk provokasi. “Dengan menerapkan rencana blokade angkatan laut mereka, Eropa sengaja mengejar skenario eskalasi militer, menguji batas kesabaran kita dan memprovokasi tindakan pembalasan aktif,” kata pihak Rusia.

Rusia juga menyatakan akan mengutamakan penyelesaian damai. Namun, apabila upaya diplomasi tidak membuahkan hasil, Moskow menegaskan blokade tersebut akan dilawan. “Jika resolusi damai untuk situasi ini gagal, blokade akan dipatahkan dan dihilangkan oleh angkatan laut,” tambahnya.

Dalam konteks meningkatnya ketegangan terkait aktivitas maritim, pada Januari lalu pasukan khusus Amerika Serikat menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela di Atlantik Utara setelah pengejaran selama berminggu-minggu. Militer AS menyebut kapal tanker minyak Marinera disita “karena pelanggaran sanksi AS” terhadap Venezuela. Rusia mengecam tindakan tersebut, sementara Kementerian Transportasi Rusia menyatakan penyitaan itu melanggar hukum maritim internasional.

Masih pada bulan yang sama, otoritas Prancis menaiki kapal tanker bernama Grinch di Mediterania, di wilayah antara Spanyol dan Maroko. Prancis menuduh kapal itu menjadi bagian dari “armada bayangan” Moskow, istilah yang digunakan Barat untuk merujuk pada jaringan kapal dagang yang menurut mereka dioperasikan Rusia guna menghindari sanksi yang dijatuhkan akibat invasi Moskow ke Ukraina.

Pernyataan terbaru Rusia mengenai kemungkinan blokade Kaliningrad muncul di tengah rangkaian insiden dan tuduhan terkait kapal tanker, yang menambah kompleksitas situasi keamanan di kawasan Eropa.