BERITA TERKINI
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS, Pasar Cermati Ketidakpastian Pembicaraan AS-Iran

Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS, Pasar Cermati Ketidakpastian Pembicaraan AS-Iran

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah signifikan pada akhir perdagangan Kamis (5/2/2026). Rupiah turun 65 poin atau sekitar 0,39 persen ke level Rp16.842 per dolar AS, di tengah sentimen eksternal yang dinilai kompleks serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan rupiah antara lain dipengaruhi ketidakpastian seputar rencana pembicaraan Amerika Serikat dan Iran. Sempat muncul kekhawatiran pertemuan yang dijadwalkan pada Jumat akan gagal, namun pada hari yang sama pejabat dari kedua pihak mengonfirmasi pembicaraan tetap berlangsung, meski topik yang akan dibahas belum sepenuhnya disepakati.

Menurut Ibrahim, perbedaan pandangan kedua negara masih mendasar. Iran menyatakan siap membahas program nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, dengan negara-negara Barat. Sementara itu, AS disebut ingin memperluas cakupan pembahasan dengan memasukkan isu rudal balistik Iran, dukungan Teheran terhadap kelompok proksi bersenjata di Timur Tengah, serta perlakuan terhadap rakyatnya sendiri.

Pasar juga mencermati meningkatnya kekhawatiran terkait potensi ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran, yang dinilai dapat memicu konfrontasi lebih luas di kawasan kaya minyak. Konflik semacam itu berisiko mengganggu produksi minyak Iran dan ekspor dari produsen Teluk lainnya, sehingga menambah volatilitas di pasar global.

Di sisi lain, pelaku pasar turut memperhatikan perkembangan hubungan AS dan China. Trump menyampaikan bahwa ia telah melakukan pembicaraan telepon yang “sangat baik” dengan Presiden China Xi Jinping dan mengumumkan rencana kunjungan ke China pada April. Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas sejumlah isu, termasuk perdagangan, kerja sama militer, situasi Taiwan, perang Rusia-Ukraina, isu Iran, serta komitmen China untuk pembelian minyak dan gas dari AS.

Sentimen positif dari dialog kedua negara adidaya itu dinilai sedikit meredakan ketegangan. Namun, perkembangan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan terhadap rupiah yang masih dibayangi sentimen dari Timur Tengah.