BERITA TERKINI
Rakornas 2026: Prabowo Ingatkan Kewaspadaan Nasional di Tengah Ketegangan Global dan Tegaskan Sikap Non-Blok

Rakornas 2026: Prabowo Ingatkan Kewaspadaan Nasional di Tengah Ketegangan Global dan Tegaskan Sikap Non-Blok

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi dinamika dan ketegangan politik global yang dinilainya semakin kompleks. Pesan itu disampaikan Prabowo dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

Prabowo mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya Republik Indonesia, dunia sudah berada dalam pusaran konflik ideologis dan geopolitik yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia. Ia menyinggung pembelahan dunia ke dalam blok-blok besar pada masa perang ideologi.

“Dari mulai presiden pertama, kita, Indonesia, tapi seluruh dunia, berada di tengah perang ideologi besar. Perang ideologi besar di dunia, di mana dunia dipecah menjadi blok, ada blok komunis dan blok antikomunis, bisa dikatakan blok demokrasi, blok kapitalis,” ujar Prabowo.

Ia juga menilai konflik global seperti perang di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza turut membawa dampak luas, termasuk pada stabilitas ekonomi, keamanan, dan ketahanan nasional Indonesia. Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintahan memahami secara utuh tantangan global yang dihadapi saat ini.

“Jadi saudara-saudara, ini yang saya ingin sampaikan ke seluruh barisan pemerintahan. Marilah kita waspada, marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan pengamatannya dari sejumlah pertemuan internasional yang baru dihadirinya di Eropa, termasuk World Economic Forum di Davos, Swiss. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut muncul peningkatan kekhawatiran para pemimpin dunia mengenai kemungkinan pecahnya Perang Dunia Ketiga.

“Hampir semua pemimpin dunia merisaukan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga,” kata Prabowo.

Terkait arah kebijakan luar negeri, Prabowo menegaskan filosofi yang ia pegang, yakni memperluas pertemanan dan menghindari permusuhan. “Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ujarnya.