Presiden Rusia Vladimir Putin kembali membantah tudingan bahwa Moskow berencana menyerang negara-negara Eropa lainnya setelah perang di Ukraina. Putin bahkan menyatakan siap memberikan kepastian secara tertulis untuk meredakan kekhawatiran sejumlah negara Eropa.
Kekhawatiran itu menguat sejak Rusia melancarkan serangan ke Ukraina pada akhir Februari 2022. Namun, Putin menegaskan isu bahwa Rusia akan menyerang negara Eropa lain adalah kebohongan dan “sepenuhnya omong kosong”.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat berada di Bishkek, Kyrgyzstan, Kamis (27/11/2025), ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kesepakatan Keamanan Kolektif (CSTO). Ia menyebut klaim Rusia ingin menyerang Eropa sebagai sesuatu yang “menggelikan”.
“Sejujurnya, kami tak pernah berniat untuk melakukan hal tersebut,” kata Putin. Ia menambahkan, Rusia siap mendokumentasikan pernyataan itu bila pihak lain ingin mendengarnya langsung. “Namun, jika mereka ingin mendengarkan langsung dari kami, kami siap mendokumentasikannya. Tak perlu dipertanyakan,” ujarnya.
Meski demikian, bantahan Putin disebut dipandang skeptis oleh para pemimpin Eropa. Sikap itu merujuk pada fakta bahwa Putin sebelumnya juga sempat berulang kali membantah akan menginvasi Ukraina sebelum akhirnya serangan terjadi.
Dalam kesempatan yang sama, Putin menyampaikan optimismenya terhadap draf rencana perdamaian yang dibuat Amerika Serikat. Ia mengatakan draf proposal tersebut dapat menjadi dasar untuk kesepakatan di masa depan.
Putin juga menegaskan kesiapan Rusia untuk melakukan diskusi serius guna mengakhiri perang. Namun, ia memperingatkan bahwa Rusia siap melanjutkan perang jika diperlukan dan menguasai lebih banyak wilayah di Ukraina.

