BERITA TERKINI
Prancis Tingkatkan Kesiagaan, Petinggi Militer Peringatkan Risiko Perang Terbuka dengan Rusia

Prancis Tingkatkan Kesiagaan, Petinggi Militer Peringatkan Risiko Perang Terbuka dengan Rusia

Situasi geopolitik di Eropa disebut memasuki fase yang kian krusial setelah Kepala Staf Pertahanan Prancis, Fabien Mandon, menyampaikan peringatan dalam sidang parlemen pada Kamis, 9 April 2026. Dalam keterangannya, Mandon menilai kemungkinan terjadinya perang terbuka dengan Rusia bukan lagi sekadar wacana, melainkan kekhawatiran nyata yang dapat terjadi dalam hitungan tahun.

Mandon menyoroti persiapan militer Rusia yang dinilai menunjukkan ambisi yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong negara-negara Barat, khususnya Prancis, untuk mengambil langkah pertahanan yang lebih tegas guna menghadapi potensi eskalasi.

Menanggapi situasi itu, pemerintah Prancis mengajukan penambahan anggaran militer sebesar 36 miliar euro atau sekitar Rp 721 triliun. Anggaran tersebut direncanakan dicairkan bertahap hingga 2030. Percepatan belanja pertahanan ini disebut sebagai respons langsung setelah intelijen Prancis mengungkap rencana besar yang dikaitkan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam laporan intelijen yang disebutkan, Rusia diproyeksikan melakukan mobilisasi besar dengan target kekuatan hingga 1,9 juta tentara pada 2030. Angka itu meningkat dibanding jumlah personel militer Rusia saat ini yang disebut berada di kisaran 1,3 juta.

Selain peningkatan personel, laporan tersebut juga memuat proyeksi penguatan alutsista. Jumlah tank berat Rusia diperkirakan naik dari sekitar 4.000 unit menjadi 7.000 unit. Kesiapan armada laut Rusia juga disebut mencakup ratusan kapal tempur.

Proyeksi peningkatan kekuatan militer Rusia itu menjadi salah satu alasan Prancis dan sekutu-sekutunya di Eropa merasa perlu mengambil langkah preventif untuk mengimbangi perkembangan yang dinilai cepat dan signifikan.