Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meski situasi geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, tengah meningkat. Menurut Presiden, program tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah.
Prabowo menyatakan kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada anak-anak serta kelompok masyarakat rentan. Ia menilai MBG penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia pada masa mendatang.
Dalam perkembangannya, sejumlah pihak sebelumnya menyarankan pemerintah menunda atau memangkas anggaran MBG. Saran itu didasari kekhawatiran terhadap beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di tengah potensi gejolak harga energi akibat perang.
Namun, Prabowo memilih untuk mencari cara lain dalam melakukan efisiensi anggaran. Ia menyatakan penghematan sebaiknya dilakukan di sektor lain ketimbang menghentikan program makanan bergizi. Presiden juga meyakini MBG akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat.
Prabowo menegaskan APBN lebih baik digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Ia juga menyoroti pemberantasan korupsi sebagai langkah utama untuk menyelamatkan anggaran negara. “Lebih baik rakyat saya bisa makan daripada uang negara dikorupsi oleh pihak tertentu,” kata Prabowo, dikutip Rabu, 25 Maret 2025.
Presiden menyatakan keyakinannya bahwa kebijakan tersebut berada di jalur yang tepat. Ia menilai ketersediaan anggaran negara sebenarnya mencukupi apabila dikelola dengan integritas. Prabowo juga menegaskan kepemimpinannya dipertaruhkan demi menjamin keberlangsungan program tersebut, seraya menyebut hasilnya akan terlihat pada 2029.
Saat ini, pemerintah disebut tengah menyusun strategi teknis agar distribusi makanan berjalan efektif dan efisien. Fokusnya adalah memastikan setiap anak, termasuk di wilayah pelosok, mendapatkan asupan gizi yang layak.

