BERITA TERKINI
Prabowo Lakukan Diplomasi Lebaran lewat Telepon dengan Pemimpin Arab Saudi, Turkiye, Yordania, dan Pakistan

Prabowo Lakukan Diplomasi Lebaran lewat Telepon dengan Pemimpin Arab Saudi, Turkiye, Yordania, dan Pakistan

Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah untuk melakukan diplomasi strategis tingkat tinggi melalui komunikasi langsung dengan sejumlah pemimpin negara di dunia Islam.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, rangkaian sambungan telepon itu dilakukan di sela agenda Presiden yang baru menyelesaikan kunjungan Lebaran dari Sumatera Utara dan Aceh hingga kembali ke Istana Merdeka, Jakarta.

Hingga Minggu (22/3/2026), Prabowo tercatat telah berkomunikasi dengan empat pemimpin, yakni Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Republik Turkiye Recep Tayyip Erdoğan, Raja Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Teddy menambahkan, daftar komunikasi tersebut masih berpotensi bertambah seiring menunggu konfirmasi protokoler dari kepala negara lainnya. “Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antarnegara Muslim,” kata Teddy dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).

Menurut keterangan yang disampaikan, komunikasi itu tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas hari raya, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral di tengah dinamika global. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, disebut memposisikan diri untuk membawa pesan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Adapun fokus pembicaraan dalam sambungan telepon tersebut meliputi penguatan kerja sama ekonomi, terutama dengan Turkiye dan Arab Saudi yang disebut sebagai mitra strategis Indonesia; pembahasan stabilitas kawasan melalui koordinasi isu kemanusiaan dan perdamaian di dunia Islam; serta penguatan ukhuwah global untuk menghadapi tantangan ke depan.

Rangkaian diplomasi Lebaran ini, menurut keterangan tersebut, menegaskan komitmen Indonesia untuk merajut persatuan umat di tingkat internasional, sekaligus menempatkan Idulfitri sebagai ruang strategis dalam membangun kerja sama dan komunikasi antarnegara Muslim.