Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan optimistis di tengah situasi dunia yang diliputi ketidakpastian, termasuk konflik geopolitik dan perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Menurut Prabowo, ancaman krisis yang membayangi kondisi global perlu dihadapi dengan narasi dan langkah yang konstruktif.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu, 11 Maret. Ia menilai krisis tidak semata membawa ancaman, tetapi juga dapat menciptakan peluang apabila direspons dengan strategi yang tepat.
Prabowo menyebut Indonesia memiliki kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan nasional. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu bertahan dan menjadi lebih kuat di tengah krisis global.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menekankan pentingnya percepatan swasembada pangan dan energi. Ia menilai ketersediaan pangan dan energi merupakan faktor yang sangat vital dalam situasi krisis.
Prabowo juga menyampaikan bahwa setelah berhasil mencapai swasembada beras, Indonesia kini bersiap menuju swasembada energi. Ia mendorong pemanfaatan sawit dan singkong sebagai bahan bakar pengganti BBM untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Selain itu, Prabowo mengatakan potensi energi terbarukan, mulai dari panas bumi hingga tenaga surya, akan dioptimalkan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

