Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkap isi pembicaraannya dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui sambungan telepon pada Selasa (24/3/2026). Dalam percakapan itu, kedua pemimpin membahas dinamika geopolitik global yang disebut kian memanas, terutama terkait konflik Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat.
Melalui pernyataan di akun media sosial X, Anwar menyampaikan diskusi berlangsung intens dan mencerminkan keprihatinan bersama terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia mengatakan keduanya bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru situasi internasional, termasuk potensi dampak yang bisa dirasakan negara-negara di luar kawasan konflik.
“Dalam panggilan telepon dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto kemarin, kami bertukar pandangan mengenai berbagai isu terkini, termasuk konflik Iran-Israel,” tulis Anwar.
Pembicaraan tersebut dinilai mencerminkan peran aktif Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara besar di Asia Tenggara dalam merespons dinamika global. Kedua negara disebut memiliki kepentingan strategis untuk menjaga stabilitas kawasan serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai komunikasi langsung antara kepala negara dan kepala pemerintahan di tengah meningkatnya ketegangan global menjadi langkah penting untuk menyelaraskan sikap dan memperkuat koordinasi regional. Indonesia dan Malaysia, yang sama-sama memiliki tradisi diplomasi non-blok dan pendekatan moderat, diyakini akan terus mendorong deeskalasi serta mengedepankan dialog sebagai solusi.
Situasi di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan dunia. Keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik yang melibatkan Israel dan Iran dinilai berpotensi memperluas skala ketegangan, tidak hanya secara militer tetapi juga berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk fluktuasi harga energi dan gangguan rantai pasok internasional.
Bagi Indonesia, sikap terhadap konflik global kerap berpijak pada prinsip politik luar negeri bebas aktif yang menekankan pentingnya perdamaian dunia dan penolakan terhadap segala bentuk agresi. Sementara itu, Malaysia di bawah kepemimpinan Anwar dikenal vokal dalam isu keadilan internasional dan kemanusiaan.
Percakapan Anwar dan Prabowo ini juga dipandang sebagai sinyal bahwa kedua negara akan terus memperkuat komunikasi bilateral, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan saling terhubung.

