BERITA TERKINI
Powell Peringatkan Dampak Lonjakan Harga Energi Belum Memuncak, Soroti Risiko bagi Ekonomi Global

Powell Peringatkan Dampak Lonjakan Harga Energi Belum Memuncak, Soroti Risiko bagi Ekonomi Global

Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memperingatkan bahwa dampak lonjakan harga energi belum mencapai puncaknya. Ia menilai guncangan harga minyak yang berlanjut berpotensi memperburuk tekanan terhadap perekonomian global sekaligus memengaruhi prospek kebijakan moneter.

Menurut Powell, tekanan dari kenaikan harga minyak saat ini lebih terasa di Eropa dan Asia dibandingkan di Amerika Serikat. Namun, ia menekankan dampaknya akan menjadi lebih signifikan apabila gejolak tersebut berlangsung lebih lama. Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran luas mengenai inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi.

Powell juga menyampaikan bahwa semakin banyak pejabat The Fed yang melihat peluang kenaikan suku bunga sama besarnya dengan peluang penurunan suku bunga. Kondisi itu mencerminkan perbedaan pandangan yang kian tajam di internal bank sentral dalam menilai risiko inflasi akibat lonjakan harga energi.

Pernyataan tersebut muncul setelah keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dinilai tidak lazim karena memperlihatkan perbedaan pendapat secara jelas. FOMC memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate pada kisaran 3,5% hingga 3,75%.

Keputusan yang diambil melalui voting 8 banding 4 menandakan adanya perpecahan yang cukup signifikan di antara para pembuat kebijakan. Perbedaan ini menyoroti kompleksitas dalam merespons tekanan inflasi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, Powell menegaskan The Fed tetap berfokus menjaga independensi dan menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan kepentingan politik. Ia turut mengkritik langkah hukum terbaru yang ditujukan kepada The Fed dan menyebutnya sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, independensi bank sentral menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas dan efektivitas kebijakan moneter.

Terkait masa depannya, Powell mengatakan ia tidak memiliki pilihan selain tetap berada di Dewan Gubernur setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei mendatang. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan tindakan hukum yang diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Saya sejak lama berencana pensiun. Namun, apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir membuat saya tidak punya pilihan selain bertahan setidaknya sampai persoalan ini selesai,” kata Powell. Ia menambahkan tidak akan meninggalkan dewan sampai investigasi tersebut rampung secara transparan dan tuntas.

Setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir, Powell menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai gubernur The Fed untuk periode yang akan ditentukan kemudian. Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya akan menjadi “ketua bayangan” setelah transisi kepemimpinan, dan menyebut serah terima akan berlangsung normal kepada Kevin Warsh, kandidat ketua The Fed yang diusulkan Presiden Donald Trump.