BERITA TERKINI
PM Kanada Mark Carney Dijadwalkan Kunjungi Australia pada Maret 2026, Albanese: Akan Berpidato di Parlemen

PM Kanada Mark Carney Dijadwalkan Kunjungi Australia pada Maret 2026, Albanese: Akan Berpidato di Parlemen

Perdana Menteri Kanada Mark Carney dijadwalkan melakukan kunjungan ke Australia pada Maret 2026. Rencana kunjungan ini disebut sebagai bagian dari upaya Australia untuk mempertahankan keterlibatan dengan negara-negara yang kerap disebut sebagai “kekuatan menengah” di tengah tekanan geopolitik dari Amerika Serikat (AS) dan blok-blok kuat lainnya.

Rencana tersebut diumumkan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam program Insiders ABC pada Minggu, 25 Januari 2026. Albanese mengatakan Carney akan menyampaikan pidato di parlemen Australia, meski belum ada rincian lebih lanjut mengenai agenda kunjungan itu.

Kunjungan ini mencuat setelah Carney, pada pekan sebelumnya, menyampaikan peringatan dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Dalam kesempatan itu, ia memperingatkan tentang praktik paksaan yang dilakukan oleh kekuatan besar, serta menyerukan agar negara-negara “kekuatan menengah” bertindak bersama melalui kolaborasi dalam menghadapi dinamika global.

Dalam pidatonya, Carney menyatakan, “jika kita tidak duduk di meja perundingan, kita akan menjadi santapan.” Pernyataan itu dinilai sebagai pesan untuk memastikan negara-negara dengan pengaruh moderat tetap memiliki ruang dan suara dalam proses pengambilan keputusan internasional.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan Carney dipandang sebagai kritik tersirat terhadap pendekatan Presiden AS Donald Trump dalam urusan luar negeri. Setelah itu, Trump merespons dalam kesempatan terpisah dengan menyebut Kanada “tak tahu terima kasih” dan mengatakan negara tersebut “bertahan hidup berkat AS.”

Hingga kini, pemerintah Australia belum memaparkan detail agenda kunjungan Carney selain rencana pidato di parlemen. Namun, kunjungan tersebut dipandang sebagai langkah untuk memperkuat hubungan strategis Kanada–Australia sekaligus menegaskan pentingnya diplomasi multilateral di tengah ketegangan global.