BERITA TERKINI
Piala Dunia 2026: Iran Menjaga Ambisi Kompetisi di Tengah Ketegangan dengan AS

Piala Dunia 2026: Iran Menjaga Ambisi Kompetisi di Tengah Ketegangan dengan AS

Di tengah kebuntuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berseteru sejak 28 Februari lalu, Tim Nasional (Timnas) Iran menegaskan tekad untuk tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah: Kanada, Meksiko, dan AS.

Bagi Iran, Piala Dunia 2026 tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi. Turnamen ini juga dinilai dapat menjadi panggung diplomasi tidak langsung (diplomacy track) untuk menampilkan nilai-nilai sportivitas yang disebut selalu dijunjung tinggi oleh bangsa Persia.

Keikutsertaan Iran di ajang yang turut digelar di AS dinilai memiliki risiko potensial bagi tim. Namun, pada saat yang sama, terdapat peluang diplomasi yang dapat dimaksimalkan melalui kehadiran dan partisipasi dalam kompetisi internasional tersebut.

Dalam konteks yang lebih luas, olahraga telah lama digunakan sebagai salah satu instrumen diplomasi oleh berbagai negara. Pertandingan olahraga kerap membuka ruang dialog dan komunikasi yang lebih cair dibandingkan jalur diplomasi formal, yang sering kali berlangsung keras dan sarat intrik politik.

Olahraga juga dipandang efektif untuk membangun maupun meningkatkan citra negara di panggung global, mempromosikan nilai-nilai bersama—terutama sportivitas dan egalitarianisme—serta, dalam situasi tertentu, menjadi sarana resolusi konflik atau mekanisme untuk mendorong perdamaian antarnegara.