BERITA TERKINI
Xi Jinping Kenang Diplomasi Pingpong, Dorong Hubungan China-AS yang Stabil

Xi Jinping Kenang Diplomasi Pingpong, Dorong Hubungan China-AS yang Stabil

Presiden China Xi Jinping pada April 2026 mengirimkan surat ucapan selamat untuk acara peringatan 55 tahun Diplomasi Pingpong China–Amerika Serikat (AS). Dalam pesannya, Xi mengenang peristiwa 1971 yang kerap disebut sebagai “bola kecil yang menggerakkan dunia besar.”

Xi menilai, lebih dari separuh abad setelah momen tersebut, kisah Diplomasi Pingpong tidak sekadar menjadi kenangan sejarah. Menurutnya, peristiwa itu juga menjadi pengingat tentang besarnya pengaruh kestabilan hubungan China-AS terhadap situasi dunia secara lebih luas.

Dalam pertemuan dengan Antony Blinken, mantan menteri luar negeri AS, pada 2024, Xi menyampaikan konsep yang terinspirasi dari budaya tradisional China, yakni “tong qiu gong ji” yang dimaknai sebagai bekerja sama demi kepentingan bersama di planet yang sama. Xi mengatakan, “Planet Bumi hanya sebesar ini, dan umat manusia menghadapi begitu banyak tantangan bersama.” Ia juga mengutip pepatah, “Penumpang dalam perahu yang sama harus saling membantu,” seraya menambahkan bahwa “penghuni planet yang sama harus saling membantu.”

Dalam pertemuan mereka di Busan, Presiden AS Donald Trump turut menekankan pentingnya kerja sama kedua negara. Trump mengatakan China dan AS dapat mewujudkan hal hebat bagi dunia serta meraih keberhasilan selama bertahun-tahun.

Robert Lawrence Kuhn, chairman Kuhn Foundation, menyebut tidak ada hubungan geopolitik yang lebih penting dibanding hubungan bilateral China-AS karena dampaknya yang besar terhadap urusan global. Ia menilai, bagi kedua negara, hubungan yang stabil dapat membantu menghilangkan berbagai hambatan terhadap pembangunan dalam negeri. Secara lebih luas, Kuhn menyebut hal itu memiliki signifikansi mendalam bagi stabilitas dan kemakmuran global.

Menurut laporan tersebut, tahun 2026 menjadi momen penting bagi kedua negara. China akan memulai Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), sementara AS akan memperingati 250 tahun berdirinya negara itu. Pada tahun yang sama, China dan AS juga dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan global utama, yakni Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC di Shenzhen dan KTT Pemimpin G20 di Miami, yang menempatkan keduanya di pusat agenda internasional.

Selain isu-isu prinsipil dan perdagangan, para pengamat menyoroti sejumlah bidang yang dinilai tetap penting untuk kerja sama, termasuk perubahan iklim, pemberantasan narkotika, dan kecerdasan buatan.

Xi juga menekankan arti berbagai upaya kerja sama kecil yang dinilai memiliki makna jangka panjang. Ia pernah mengingatkan Trump bahwa bagi China dan AS, “melakukan hal yang baik, sekecil apa pun itu, selalu benar, dan melakukan hal yang buruk, sekecil apa pun itu, selalu salah.” Xi, dalam berbagai kesempatan, menyatakan bahwa China dan AS sebagai dua negara besar dapat memikul tanggung jawab dan bekerja sama untuk mewujudkan hasil yang lebih konkret bagi kepentingan kedua negara dan dunia.