Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan melakukan kunjungan selama tiga hari ke Indonesia pada 11–14 Mei 2026. Kunjungan ini disebut bertujuan menegaskan persahabatan kedua negara sekaligus komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral.
Pada Selasa (12/5/2026), Balakrishnan bertemu Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Keduanya hadir mengenakan batik dan pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Sugiono sempat berkelakar bahwa intensitas perjumpaan mereka belakangan terasa “tanpa jarak”, mengingat keduanya kerap bertemu dalam berbagai forum.
Balakrishnan dan Sugiono beberapa kali bertatap muka dalam agenda Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Pertemuan terbaru terjadi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7–8 Mei 2026.
Dalam konteks hubungan ekonomi, Singapura tercatat sebagai salah satu mitra utama Indonesia. Kerja sama kedua negara mencakup pengembangan kawasan Batam–Bintan–Karimun (BBK) hingga pembahasan kerangka ekonomi digital melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN.
Sebelumnya, Sugiono dan Balakrishnan juga bertemu dalam rangka kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Singapura pada 15–16 Juni 2025 serta pertemuan dengan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam agenda Leaders’ Retreat. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama strategis Indonesia–Singapura.
Dalam jumpa pers bersama, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sejalan dalam memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan global. Ia menekankan perlunya diskusi terkait situasi global dan investasi ekonomi bagi kedua negara, termasuk upaya mengonsolidasikan langkah-langkah bersama di tengah dinamika masa depan yang dinilainya bergerak cepat.
Sugiono menambahkan, kedua negara sepakat menjaga stabilitas ekonomi dan kawasan melalui kerja sama yang erat dan berkelanjutan.
Balakrishnan, pada kesempatan yang sama, menilai intensitas komunikasi menjadi penting di tengah situasi global yang penuh tantangan. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Singapura tidak hanya terjalin lewat pertemuan resmi, tetapi juga melalui komunikasi informal yang rutin. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kemitraan yang erat, termasuk dalam menjaga sektor-sektor vital seperti energi dan ekonomi agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah potensi krisis global.
Balakrishnan juga menyatakan Singapura meminta masukan dari Indonesia menjelang keketuaannya di ASEAN tahun depan. Menurutnya, hal itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat sentralitas ASEAN dan ketahanan ekonomi kawasan.
Di luar agenda kerja sama, Balakrishnan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan tim Search and Rescue (SAR) atas operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dalam pernyataan di akun Facebook pribadinya pada Senin (11/5/2026), ia menyebut lebih dari 150 personel SAR bekerja tanpa lelah dalam kondisi berat hingga tahap akhir identifikasi forensik korban.
Balakrishnan menyoroti tantangan operasi di lapangan, mulai dari medan terjal dan tidak stabil, hujan deras, abu vulkanik tebal, hingga risiko erupsi lanjutan yang masih terjadi selama pencarian berlangsung. Ia menyatakan upaya tersebut membantu memberi kepastian bagi keluarga korban yang sebelumnya berada dalam ketidakpastian dan kecemasan.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta doa bagi korban selamat agar segera pulih. Balakrishnan menegaskan Singapura akan mengingat tindakan persahabatan dan solidaritas tersebut.
Erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) memuntahkan abu vulkanik setinggi 10 kilometer. Dari 20 pendaki yang dilaporkan terjebak, sembilan di antaranya merupakan warga Singapura. Pada hari ketiga pencarian, Minggu (10/5/2026), tim SAR gabungan menemukan dua warga Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Kedua jenazah ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi.