Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menyatakan industri kosmetik dalam negeri turut merasakan dampak konflik geopolitik global. Kondisi tersebut berimbas pada rantai pasok yang berkaitan dengan kebutuhan produksi kosmetik di Indonesia.
Menurut Perkosmi, sebagian besar pasokan bahan baku pembuatan kosmetik hingga kini masih mengandalkan impor dari luar negeri. Ketergantungan pada pasokan impor membuat industri rentan terdampak ketika terjadi gangguan pada arus perdagangan internasional.
Perkosmi menilai situasi ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha kosmetik di dalam negeri, mengingat ketersediaan bahan baku berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi.