BERITA TERKINI
Harga Emas Mei 2026 Diperkirakan Tetap Dinamis, Geopolitik dan Suku Bunga AS Jadi Penentu

Harga Emas Mei 2026 Diperkirakan Tetap Dinamis, Geopolitik dan Suku Bunga AS Jadi Penentu

Pergerakan harga emas dunia pada Mei 2026 diperkirakan tetap dinamis di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Sejumlah lembaga keuangan internasional dan analis pasar menilai emas masih berpeluang menguat, meski tekanan dari suku bunga tinggi Amerika Serikat (AS) serta penguatan dolar AS belum sepenuhnya mereda.

Memasuki awal Mei 2026, harga emas dunia disebut masih bertahan di level tinggi meski berada dalam fase konsolidasi. Berdasarkan laporan World Gold Council (WGC), harga emas global sempat berada di kisaran 4.611 dolar AS hingga 4.700 dolar AS per troy ons setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru pada awal tahun.

Analis menilai arah pergerakan emas sepanjang Mei akan dipengaruhi kombinasi beberapa faktor, terutama perkembangan geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed), serta pergerakan nilai tukar dolar AS.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah—khususnya konflik yang melibatkan AS dan Iran—dinilai masih menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas sebagai aset safe haven. Dalam situasi global yang memanas, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Namun, dari sisi kebijakan moneter, suku bunga tinggi di AS menjadi sentimen penekan bagi logam mulia. The Fed masih mempertahankan suku bunga tinggi karena inflasi energi global dinilai belum sepenuhnya terkendali. Kondisi tersebut membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) berpotensi kurang menarik dibanding instrumen berbunga, seperti obligasi pemerintah AS.

Meski demikian, sejumlah bank investasi global masih menunjukkan optimisme terhadap prospek emas sepanjang 2026. Deutsche Bank, misalnya, menaikkan target harga emas tahun ini ke level 4.450 dolar AS per troy ons.

Sementara itu, Bank of America dan JP Morgan memproyeksikan harga emas berpotensi menyentuh 5.000 dolar AS per troy ons apabila tekanan geopolitik dan inflasi terus meningkat. Adapun BNP Paribas sempat memperkirakan harga emas dapat menembus 6.000 dolar AS per troy ons dalam skenario ekstrem, jika ketidakpastian global semakin memburuk dan permintaan bank sentral terus meningkat.

Dengan beragam faktor yang saling tarik-menarik, pergerakan harga emas pada Mei 2026 diperkirakan akan tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga AS, di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.