BERITA TERKINI
KTT ASEAN ke-48 di Cebu Bahas Myanmar, Perbatasan Thailand-Kamboja, dan Ketahanan Pangan-Energi

KTT ASEAN ke-48 di Cebu Bahas Myanmar, Perbatasan Thailand-Kamboja, dan Ketahanan Pangan-Energi

Para pemimpin negara Asia Tenggara yang menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, membahas sejumlah isu strategis kawasan dan global. Agenda pembahasan mencakup situasi di Myanmar, konflik perbatasan Thailand-Kamboja, serta ketahanan pangan dan energi di kawasan ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN menyoroti dampak langsung dinamika geopolitik global terhadap kondisi ekonomi domestik. Salah satu yang disorot adalah pengaruh konflik di Timur Tengah yang dinilai berdampak pada stabilitas pasokan pangan dan energi di Asia Tenggara.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mempercepat pengembangan program energi alternatif untuk menghadapi tantangan global yang memengaruhi sektor energi nasional. Pemerintah juga memperkuat program ketahanan pangan yang disebut telah mendukung swasembada beras di Indonesia.

Selain isu ekonomi dan pangan, Presiden Prabowo turut menyoroti memanasnya persoalan batas wilayah antara Thailand dan Kamboja. Menurutnya, persoalan perbatasan merupakan tantangan yang juga dihadapi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mengedepankan dialog dan mencari titik temu dalam penyelesaian konflik perbatasan demi menjaga stabilitas kawasan. Ia menilai penyelesaian masalah antarnegara harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masing-masing negara.

KTT ASEAN ke-48 di Cebu menjadi forum bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama regional di tengah meningkatnya tantangan geopolitik, ekonomi, serta ketahanan energi global.