Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Informasi tersebut pertama kali disampaikan musisi Andi Rianto melalui unggahan di media sosial X dan Instagram dengan tulisan singkat, “Selamat jalan Vidi Aldiano”. Unggahan itu kemudian menyita perhatian publik dan penggemar.
Pihak keluarga membenarkan kabar duka itu melalui pesan singkat kepada media. Vidi Aldiano, yang bernama lengkap Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto, disebut wafat pada pukul 16.33 WIB dalam usia 35 tahun, didampingi keluarga besar. Hingga kini, keluarga belum memberikan penjelasan medis secara rinci mengenai penyebab pasti wafatnya.
Sebelumnya, Vidi diketahui telah berjuang melawan kanker ginjal sejak beberapa tahun terakhir. Ia didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3 pada Desember 2019 dan menjalani operasi pengangkatan ginjal di Singapura. Setelah sempat menjalani pemulihan, sel kanker disebut kambuh dan menyebar ke beberapa bagian tubuh.
Kondisi tersebut membuat Vidi memutuskan hiatus dari dunia hiburan pada November 2025 untuk fokus menjalani pengobatan dan kemoterapi di Malaysia. Di tengah perjalanan sakitnya, sempat beredar kabar hoaks mengenai kondisi kesehatannya yang disebut pernah dibantah oleh Deddy Corbuzier.
Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang seni dan musik. Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, merupakan pengusaha audio yang memiliki perusahaan PT Tiga Bintang Nusantara dengan merek V8sound.com, sementara ibunya, Besbarini, berprofesi sebagai guru piano dan memperkenalkan musik kepada Vidi sejak kecil. Sejak usia tiga tahun, ia sudah belajar memainkan piano. Vidi juga diketahui merupakan cucu dari penyanyi keroncong S. Darsih Kissowo. Dalam kehidupan pribadi, ia menikah dengan aktris Sheila Dara Aisha pada 2021.
Karier musik Vidi dimulai sejak remaja. Ia pernah mengikuti ajang Indonesian Idol pada 2006, meski tidak lolos. Ia kemudian merilis album secara independen saat masih SMA, sebelum akhirnya mendapat kesempatan setelah sempat ditolak delapan label rekaman besar.
Album debutnya, Pelangi di Malam Hari, dirilis pada 2008 dan melambungkan namanya lewat lagu “Nuansa Bening” dan “Status Palsu”. Kesuksesan tersebut dilanjutkan melalui album Lelaki Pilihan (2009) serta Yang Kedua (2011) yang memperkuat posisinya di industri musik pop Indonesia.
Pada 2016, Vidi merilis album Persona yang disebut meraih Triple Platinum dengan penjualan lebih dari 250.000 kopi. Album itu direkam di Abbey Road Studios dan melibatkan kolaborasi dengan produser Laleilmanino. Ia kemudian merilis album Senandika pada 2022 yang berisi lagu-lagu reflektif tentang perjalanan hidup, cinta, serta perjuangannya melawan penyakit.
Sepanjang kariernya, Vidi meraih sejumlah penghargaan musik, termasuk AMI Awards dan Dahsyatnya Awards. Selain bernyanyi, ia juga dikenal sebagai podcaster serta pernah menjadi mentor dalam berbagai program musik televisi. Disebut pula bahwa ia sempat merencanakan comeback album baru pada 2026 sebelum berpulang.
Di luar karier musik, Vidi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah Al Azhar Jakarta, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Pelita Harapan. Ia sempat mengambil jurusan Teknik Elektro sebelum berpindah ke Manajemen dan lulus pada 2013 dengan IPK 3,62. Vidi kemudian melanjutkan studi magister di University of Manchester, Inggris, pada program Innovation Management and Entrepreneurship dan menyelesaikannya pada 2015 dengan predikat cum laude. Ia juga pernah mengikuti program vokal musim panas di Berklee College of Music, Amerika Serikat.
Berikut ringkasan biodata yang disebutkan: nama lengkap Oxavia Aldiano; nama panggung Vidi Aldiano; lahir 29 Maret 1990 di Jakarta; wafat pada usia 35 tahun; agama Islam; tinggi sekitar 175 cm; menikah dengan Sheila Dara Aisha (2021–2026). Orang tua: Harry Aprianto Kissowo dan Besbarini. Saudara: Vadi Akbar dan Diva Stradivaryan. Pendidikan: SDI Al Azhar 4 Kebayoran Lama, SMPI Al Azhar 3 Bintaro, SMAI Al Azhar 1 Kebayoran Baru, Universitas Pelita Harapan (S1 Manajemen), University of Manchester (S2), serta program vokal musim panas Berklee College of Music.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka bagi dunia musik Indonesia. Karya dan perjalanan hidupnya dikenang sebagai bagian dari kontribusinya di industri musik Tanah Air.

