BERITA TERKINI
Harga Emas Dunia Naik 2,5% ke Level Tertinggi Sejak 19 Maret, Pasar Pantau Isu Gencatan Senjata

Harga Emas Dunia Naik 2,5% ke Level Tertinggi Sejak 19 Maret, Pasar Pantau Isu Gencatan Senjata

Harga emas dunia melonjak pada akhir perdagangan Rabu, didorong pelemahan dolar AS dan perhatian pasar terhadap perkembangan geopolitik di Iran serta Selat Hormuz. Dikutip dari laporan Reuters pada Kamis, 2 April 2026, emas di pasar spot naik 2,5% ke level 4.784,22 dolar AS per ons.

Kenaikan tersebut menjadi capaian tertinggi emas sejak 19 Maret. Sejalan dengan itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 2,9% ke posisi 4.813,10 dolar AS per ons.

Pelemahan greenback selama dua hari terakhir disebut menjadi katalis utama karena membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sekaligus meningkatkan daya tariknya.

Di sisi geopolitik, pelaku pasar memantau situasi di Iran dan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social mengklaim Iran telah meminta gencatan senjata. Namun, klaim itu dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menyebut pernyataan tersebut “tidak berdasar”. Meski demikian, laporan Axios menyatakan diskusi mengenai gencatan senjata memang sedang diupayakan.

Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai harga emas berpotensi kembali menembus 5.000 dolar AS per ons jika tren de-eskalasi konflik berlanjut. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuka kembali ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS.

Analis IG, Tony Sycamore, menyoroti dampak ganda apabila konflik benar-benar mereda. Di satu sisi, daya tarik emas sebagai aset safe-haven bisa berkurang seiring terciptanya perdamaian. Namun di sisi lain, penurunan harga minyak berpotensi menekan inflasi sehingga membuka peluang The Fed menurunkan suku bunga pada 2026, yang biasanya menjadi faktor pendukung bagi emas.

Sebagai catatan, pada Maret lalu emas sempat terperosok lebih dari 11% setelah lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi tinggi dan potensi pengetatan kebijakan moneter.

Selain emas, logam mulia lain juga menguat. Perak spot naik 1,2% menjadi 76,03 dolar AS per ons, sementara platinum menguat 1,6% ke level 1.979,30 dolar AS per ons.