BERITA TERKINI
Penutupan Wilayah Udara Rusia Tekan Maskapai Eropa, Maskapai China Diuntungkan di Rute ke Asia

Penutupan Wilayah Udara Rusia Tekan Maskapai Eropa, Maskapai China Diuntungkan di Rute ke Asia

Penutupan wilayah udara antara Uni Eropa dan Rusia sejak awal perang Rusia-Ukraina membuat maskapai Eropa harus memutar rute, terutama untuk penerbangan menuju Asia. Kondisi ini berdampak pada waktu tempuh yang lebih lama dan konsumsi bahan bakar yang meningkat, sehingga menekan daya saing maskapai-maskapai Eropa.

Di sisi lain, maskapai China yang tetap memiliki akses melintasi wilayah udara Rusia dinilai berada dalam posisi lebih menguntungkan. Hubungan Beijing dan Moskow yang masih berjalan baik memungkinkan maskapai China mempertahankan rute yang lebih langsung dan cepat menuju Eropa, sehingga biaya operasional dapat lebih efisien.

Managing Director Airlines for Europe (A4E), Laurent Donceel, mengatakan penutupan wilayah udara Rusia memaksa maskapai Eropa mengambil jalur memutar melalui rute selatan menuju Asia Timur dan Asia Tenggara. Menurutnya, perubahan rute tersebut menghasilkan waktu penerbangan lebih lama sekaligus menambah penggunaan bahan bakar.

A4E merupakan asosiasi maskapai terbesar di Eropa yang beranggotakan antara lain British Airways, Air France, KLM, Lufthansa, dan Finnair. Maskapai-maskapai tersebut disebut mengalami dampak pada rute dan durasi penerbangan akibat pembatasan wilayah udara Rusia.

Finnair menjadi salah satu yang paling terdampak karena beroperasi dari hub utama di Helsinki yang lokasinya berdekatan dengan Rusia. Donceel menyebut penerbangan Helsinki-Singapura bertambah sekitar 1.400 kilometer, sementara rute Helsinki-Seoul bertambah sekitar 4.000 kilometer. Ia menjelaskan, tambahan 1.400 kilometer dapat menambah sekitar 1,25 jam waktu penerbangan, sedangkan tambahan 4.000 kilometer setara dengan sekitar tujuh jam untuk perjalanan pulang-pergi antara Helsinki dan Seoul.

Selain berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang, Donceel menilai situasi ini juga berdampak secara komersial karena menempatkan maskapai Eropa pada posisi yang kurang menguntungkan dalam persaingan.

CEO Grup Air France-KLM, Ben Smith, menyebut kondisi tersebut sebagai “keuntungan yang tidak adil” dalam wawancara dengan Financial Times yang terbit pada 17 Februari 2023. Perbedaan durasi penerbangan terlihat pada sejumlah rute. Penerbangan langsung China Eastern dari Shanghai disebut memakan waktu sekitar 12 jam, sementara Air France—yang bermitra dalam aliansi SkyTeam—memerlukan sekitar 14 jam. Pada rute Frankfurt-Beijing, Lufthansa disebut menempuh 11 jam, sedangkan mitranya di Star Alliance, Air China, sekitar 9 jam.

Dampak logistik akibat rute memutar juga disebut membuat sebagian maskapai Barat meninggalkan rute ke Asia Timur. Virgin Atlantic, yang hampir 30 tahun melayani rute London-Hong Kong, mengakhiri rute tersebut dengan alasan dampak logistik dari perubahan jalur penerbangan. Maskapai itu menyampaikan bahwa dengan wilayah udara Rusia masih tertutup, waktu penerbangan Heathrow-Hong Kong akan sekitar 60 menit lebih lama, sementara rute Hong Kong-Heathrow menjadi 1 jam 50 menit lebih lama dibanding sebelum penutupan.

Isu ini juga memicu protes. Pendiri Virgin Group, Richard Branson, menyatakan dukungan agar semua maskapai China dilarang terbang ke Inggris melalui wilayah udara Rusia, seperti dikutip dari wawancaranya dengan The Telegraph pada 5 November 2022. Ia juga berpendapat bahwa maskapai yang terbang di atas Rusia secara tidak langsung membantu upaya perang Kremlin.

Setelah invasi Rusia-Ukraina, wilayah udara kedua negara ditutup untuk maskapai komersial. Risiko penerbangan di dekat zona konflik kembali menjadi sorotan sejak insiden Malaysia Airlines MH17 pada 2014, ketika pesawat rute Amsterdam-Kuala Lumpur ditembak jatuh di atas Ukraina timur dan menewaskan 298 orang.

Dalam perkembangan terbaru, rute Eropa-China tidak terbang di dekat wilayah udara Ukraina. Pesawat memasuki atau meninggalkan wilayah udara Rusia melalui area Laut Baltik, dekat St. Petersburg.

Namun, apakah akses tersebut langsung berdampak signifikan pada keuntungan maskapai China masih menjadi pertanyaan. CNN disebut telah menghubungi tiga maskapai utama milik negara China—Air China, China Eastern, dan China Southern—untuk dimintai komentar.

Di sisi lain, kapasitas penerbangan maskapai China belum sepenuhnya kembali seperti sebelum pandemi. Contohnya, China Southern Airlines yang berbasis di Guangzhou disebut hanya memiliki satu penerbangan per minggu untuk rute Guangzhou-Paris dan Guangzhou-Frankfurt pada musim panas hingga musim gugur 2023, padahal sebelum pandemi terdapat satu penerbangan per hari.

Meski demikian, seiring maskapai China yang berangsur kembali normal dan perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, maskapai Eropa berpotensi menghadapi persaingan yang semakin menantang pada rute Eropa menuju Asia Timur maupun Asia Tenggara.