Pentagon menurunkan tingkat ancaman yang dinilai berasal dari Rusia dalam Strategi Pertahanan Nasional Amerika Serikat (AS) yang baru dirilis. Dalam dokumen terbaru itu, Rusia tidak lagi digambarkan sebagai “ancaman akut” sebagaimana tercantum dalam strategi serupa yang diterbitkan pada Oktober 2022, kurang dari setahun setelah eskalasi konflik di Ukraina.
Dalam strategi pertahanan yang diperbarui dan diterbitkan pada hari Jumat, Departemen Pertahanan AS menyebut Rusia sebagai “ancaman yang terus-menerus tetapi dapat dikelola bagi anggota NATO di timur untuk masa mendatang.”
Meski demikian, dokumen tersebut tetap menyoroti kemampuan militer Rusia, termasuk kepemilikan “persenjataan nuklir terbesar di dunia” yang disebut terus dimodernisasi dan didiversifikasi. Selain itu, Pentagon menilai Rusia memiliki kemampuan bawah laut, ruang angkasa, dan siber yang dapat digunakan terhadap wilayah AS.
Strategi itu juga menyimpulkan bahwa perang antara Moskow dan Kiev menunjukkan Rusia “masih memiliki cadangan kekuatan militer dan industri yang besar” serta “tekad nasional yang diperlukan untuk mempertahankan perang berkepanjangan di wilayah sekitarnya.”
Namun, menurut penilaian Pentagon, Rusia “tidak dalam posisi untuk berupaya meraih hegemoni Eropa.” Dokumen itu menilai NATO Eropa jauh lebih besar daripada Rusia dalam skala ekonomi dan populasi, yang pada gilirannya dipandang berpengaruh terhadap kekuatan militer laten.
Di saat yang sama, strategi terbaru menegaskan AS akan “terus memainkan peran penting dalam NATO” dan “tetap terlibat di Eropa.” Meski begitu, fokus ke depan disebut akan memprioritaskan pertahanan wilayah AS serta upaya pencegahan terhadap China, sejalan dengan Strategi Keamanan Nasional Gedung Putih yang diterbitkan pada Oktober.

