Jepang U23 menutup Kejuaraan Asia U23 dengan gelar juara setelah membungkam China U23 4-0 pada laga final yang digelar Sabtu malam (24/1/2026) di Jeddah. Kemenangan itu sekaligus mempertahankan gelar yang sebelumnya dipegang Jepang.
Pelatih Jepang U23, Oiwa Go, menyatakan puas dengan penampilan timnya, baik pada pertandingan final maupun sepanjang turnamen. Ia menilai China U23 merupakan lawan dengan pertahanan yang sangat solid dan bahkan belum kebobolan hingga partai puncak.
Menurut Oiwa, momen penentu dalam final terjadi saat Jepang mampu mencetak gol pembuka dan segera menambah gol kedua. “Fakta bahwa kami mencetak gol pembuka, dan kemudian dengan cepat menambahkan gol kedua, adalah faktor penentu,” ujarnya dalam konferensi pers seusai laga.
Oiwa juga memberikan apresiasi besar kepada para pemainnya. Ia menyoroti komposisi skuad Jepang U23 di turnamen ini yang sebenarnya berisi pemain U21, termasuk beberapa mahasiswa.
Ia mengatakan para pemain menjalankan rencana permainan dengan baik. Oiwa menilai keberhasilan menjadi juara mencerminkan kedewasaan skuadnya, meski berisikan pemain muda yang terus berkembang melalui proses belajar dan pengalaman. Ia berharap perkembangan tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang.
Oiwa menambahkan, timnya tetap tampil tenang dan konsisten meski menghadapi lawan yang lebih senior, tantangan dengan intensitas lebih tinggi, serta tekanan karena mewakili negara. Ia berharap para pemain terus berkembang dan membangun tim yang lebih baik.
Terkait perjalanan menuju Olimpiade 2028 bersama kelompok pemain muda saat ini, Oiwa menyatakan harapannya agar para pemain dapat meningkatkan kemampuan secara menyeluruh, termasuk menambah pengalaman kompetitif, serta menaikkan level permainan di setiap aspek.

