BERITA TERKINI
JDF Asia Pasifik Kecam Serangan Israel dan AS ke Iran, Serukan De-eskalasi dan Penegakan Hukum Internasional

JDF Asia Pasifik Kecam Serangan Israel dan AS ke Iran, Serukan De-eskalasi dan Penegakan Hukum Internasional

Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik mengutuk keras serangan militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Presiden JDF Asia Pasifik Dr. Jazuli Juwaini menilai serangan tersebut memicu eskalasi serius dan memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Jazuli, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, mengatakan tindakan itu berisiko memperluas konflik regional menjadi krisis internasional yang lebih besar, dengan dampak kemanusiaan yang mengkhawatirkan. Menurutnya, serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dari perspektif hukum internasional.

“Kami mengecam keras tindakan agresi yang berpotensi menimbulkan korban sipil dan memperluas instabilitas kawasan. Segala bentuk penggunaan kekuatan militer yang melanggar prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum internasional,” kata Jazuli, Senin (1/3).

Ia menilai kebijakan luar negeri yang bertumpu pada pendekatan koersif, tekanan sepihak, dan penggunaan kekuatan bersenjata hanya akan memperpanjang siklus konflik serta memperdalam krisis kemanusiaan. Jazuli menyebut tindakan tersebut mengancam ketertiban dan perdamaian dunia.

“Dunia tidak bisa dipimpin dengan cara kekerasan dan pemaksaan. Kepemimpinan global yang bertanggung jawab harus berpijak pada dialog, diplomasi, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan hukum internasional. Dunia yang waras harus kompak menghentikan eskalasi ini,” ujarnya.

JDF Asia Pasifik juga menekankan bahwa setiap eskalasi militer berpotensi menimbulkan korban sipil, menghancurkan infrastruktur vital, serta memicu gelombang pengungsian baru yang akan memperburuk kondisi kemanusiaan. Jazuli menyatakan, perang telah mengganggu penerbangan, arus barang dan jasa vital, hingga stabilitas ekonomi global.

Organisasi itu menyerukan komunitas internasional untuk segera mendorong de-eskalasi, gencatan senjata, serta pembukaan jalur diplomasi yang konstruktif guna mencegah konflik meluas. JDF Asia Pasifik juga mendorong lembaga internasional berwenang melakukan penyelidikan independen dan memastikan adanya mekanisme akuntabilitas atas dugaan pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter.

“Perdamaian bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Solidaritas global sangat dibutuhkan untuk menghentikan spiral kekerasan dan mengembalikan komitmen pada tatanan dunia yang adil, damai, dan berbasis hukum,” kata Jazuli.