BERITA TERKINI
PBB: Penutupan Berkepanjangan Selat Hormuz Berisiko Picu Inflasi dan Guncang Ekonomi Global

PBB: Penutupan Berkepanjangan Selat Hormuz Berisiko Picu Inflasi dan Guncang Ekonomi Global

Jenewa — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dampak serius terhadap ekonomi global dan stabilitas dunia apabila penutupan Selat Hormuz berlangsung berkepanjangan. Dalam konferensi pers, Guterres memaparkan tiga skenario yang menggambarkan konsekuensi dari terganggunya jalur pelayaran yang dinilai vital tersebut.

Dalam skenario terburuk, apabila Selat Hormuz tetap ditutup hingga akhir tahun, inflasi global diperkirakan melonjak melampaui 6 persen. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan merosot hingga 2 persen, sebagaimana dilaporkan Xinhua pada Jumat, 1 Mei 2026.

Guterres menekankan dampak sosial yang dinilainya akan sangat besar, terutama bagi kelompok yang paling rentan. Ia juga mengingatkan meningkatnya risiko resesi global yang dapat memicu gangguan terhadap stabilitas politik dan sosial di berbagai negara.

Menurutnya, dampak krisis bersifat eksponensial. Semakin lama penutupan berlangsung, semakin besar kerugian yang timbul dan semakin sulit proses pemulihan.

Bahkan dalam skenario terbaik, ketika pembatasan segera dicabut, pemulihan rantai pasok global diperkirakan tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dalam kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi global diprediksi turun menjadi 3,1 persen, sementara inflasi meningkat menjadi 4,4 persen.

Guterres juga menyoroti potensi pelemahan perdagangan global akibat gangguan signifikan pada rantai pasok. Pada skenario kedua, jika gangguan berlangsung hingga pertengahan tahun, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan turun ke 2,5 persen, sedangkan inflasi naik menjadi 5,4 persen.

Dalam skenario itu, ia memperingatkan sekitar 32 juta orang berisiko jatuh ke dalam kemiskinan, sementara 45 juta lainnya menghadapi kelaparan ekstrem.

Seiring krisis di Timur Tengah memasuki bulan ketiga, Guterres menyebut dampaknya terus memburuk dari waktu ke waktu meski terdapat gencatan senjata yang rapuh. Karena itu, ia mendesak dibukanya kembali Selat Hormuz serta pemulihan hak navigasi internasional.

Ia juga menekankan pentingnya jaminan keamanan, stabilitas, dan kepastian dalam aktivitas pelayaran. Selain itu, Guterres menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta solusi damai guna mencegah krisis semakin dalam.