Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan kesiapan TNI untuk terlibat dalam upaya mitigasi konflik gajah dan manusia di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Ia menegaskan dukungan TNI dapat diberikan kapan pun dibutuhkan dengan prinsip menjaga keselamatan satwa sekaligus rasa aman masyarakat.
“TNI siap kapanpun dibutuhkan. Prinsipnya, gajah tidak disakiti dan masyarakat merasa aman,” kata Kristomei, Minggu, 25 Januari 2026.
Menurutnya, personel TNI siap memberikan berbagai dukungan, mulai dari karya bakti pembangunan infrastruktur hingga patroli bersama yang dilakukan secara humanis. TNI juga telah terlibat dalam dialog bersama pemerintah daerah dan masyarakat desa penyangga untuk menyatukan langkah mitigasi konflik yang selama ini kerap terjadi.
“Dialog hari ini tujuannya bersatu dalam mitigasi konflik gajah dan manusia. Ada sejumlah permintaan dan partisipasi dari masyarakat, TNI siap membantu sesuai kebutuhan dalam koordinasi bersama Pemda,” ujarnya.
Kristomei menambahkan, ke depan akan dilakukan feasibility study sebagai bagian dari rencana penanganan yang lebih terukur. Ia menyebut TNI siap membantu sesuai peran yang dapat dilibatkan, termasuk melalui batalyon teritorial pembangunan yang lokasinya dekat dengan TNWK.
“Ke depan akan ada feasibility study. Kami siap membantu sesuai peran TNI yang bisa dilibatkan. Kami punya batalyon teritorial pembangunan yang posisinya dekat dengan TNWK. Itu bisa diperbantukan,” tandasnya.

