Ninja Xpress meluncurkan layanan Ninja Cross Border bertajuk “From Indonesia to the World” dengan cakupan pengiriman ke lebih dari 40 negara. Peluncuran ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, khususnya di Jawa Barat, agar dapat menjangkau pasar internasional.
Ekspansi layanan dilakukan di tengah meningkatnya peran Jawa Barat sebagai salah satu penyumbang ekspor terbesar di tingkat nasional. Pada Januari 2026, nilai ekspor Jawa Barat tercatat mencapai USD 3,14 miliar. Pemerintah daerah juga mendorong diversifikasi pasar ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
VP Head of National Sales Ninja Xpress, M Yan Mallino, mengatakan Jawa Barat dipilih sebagai titik awal pengembangan layanan karena memiliki ekosistem UMKM yang besar dan kompetitif. “Melalui peluncuran Ninja Cross Border ‘From Indonesia to the World’, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menjangkau pasar global tanpa hambatan yang kompleks,” ujarnya dalam keterangan pada Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Mallino, perluasan pengiriman ke kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika membuka peluang baru bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar. Dukungan logistik yang efisien dinilai dapat membantu produk Indonesia bersaing lebih cepat di tingkat internasional.
Layanan Ninja Cross Border menawarkan sejumlah kemudahan, mulai dari tarif pengiriman yang diklaim terjangkau hingga dukungan logistik menyeluruh. Pengiriman internasional dibuka mulai dari berat minimum 0,5 kilogram dengan tarif tertentu mulai Rp35 ribu.
Selain itu, Ninja Xpress menyediakan layanan penjemputan barang, pengurusan bea cukai, serta pemantauan pengiriman secara real-time. Sistem ini dirancang untuk memberikan transparansi dan memudahkan pelaku usaha dalam mengelola distribusi lintas negara.
Sejumlah negara tujuan utama yang disebutkan antara lain Malaysia, Singapura, Hong Kong, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Inggris Raya, Jerman, Prancis, dan Belanda. Ninja Xpress juga menghadirkan opsi pembayaran Cash on Delivery (COD) lintas negara untuk wilayah tertentu, seperti Malaysia dan Singapura.
Untuk mempermudah akses UMKM, proses pendaftaran pengiriman dilakukan melalui platform Lincah.id. Pelaku usaha dapat mendaftarkan diri agar bisa memanfaatkan layanan ekspor tanpa prosedur yang dinilai rumit.
Ninja Xpress menyebut layanan Ninja Cross Border yang pertama kali diluncurkan pada 2024 telah mencatat pertumbuhan. Saat ini layanan tersebut digunakan lebih dari 350 active shipper dengan volume pengiriman mencapai lebih dari 7.500 paket per pengirim setiap bulan.
Pertumbuhan pengiriman Ninja Cross Border juga dilaporkan meningkat lebih dari 100 persen sejak layanan diperkenalkan. Perusahaan menilai kondisi ini mencerminkan tingginya minat pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar dan menjangkau konsumen global.
“Dengan layanan Ninja Cross Border pelaku UMKM lokal dapat berkembang lebih cepat dan membawa produk Indonesia ke lebih banyak negara di dunia,” kata Mallino.