BERITA TERKINI
Media Tiongkok Akui Kesenjangan dengan Jepang Usai Final Piala Asia U23

Media Tiongkok Akui Kesenjangan dengan Jepang Usai Final Piala Asia U23

Sejumlah media utama Tiongkok menilai kekalahan tim U23 mereka dari Jepang di final Kejuaraan Asia U23 AFC 2026 sebagai cerminan nyata perbedaan kualitas yang masih lebar. Usai laga yang berakhir 0-4, berbagai outlet seperti Sina Sports, 163.com, Sohu, Jfdaily, serta sejumlah akun olahraga berpengaruh di Weibo, memilih penilaian yang lugas dengan mengakui keunggulan Jepang dan menyebut hasil tersebut sebagai konsekuensi yang sulit dihindari.

Dalam analisisnya, Sina Sports menyoroti dominasi Jepang sejak menit awal. Tim U23 Jepang disebut mampu mengendalikan tempo pertandingan, menjaga tekanan dengan intensitas tinggi, membangun serangan yang terkoordinasi, dan terus memaksa pertahanan lawan bekerja keras.

Di sisi lain, tim U23 Tiongkok dinilai kesulitan menjaga penguasaan bola. Lini permainan dianggap kurang kompak, sementara pertahanan kerap berada dalam posisi pasif untuk merespons kecepatan dan koordinasi permainan Jepang.

Situs 163.com menekankan faktor kebugaran dan pengalaman bertanding. Menurut media tersebut, jadwal yang padat serta upaya besar pada fase-fase sebelumnya berdampak pada penurunan kondisi fisik pemain Tiongkok. Situasi itu disebut terlihat sejak babak pertama, ketika tim kebobolan dua gol dalam 20 menit dan kehilangan kendali permainan menghadapi lawan yang dinilai lebih unggul.

Di media sosial Weibo, banyak komentator, mantan pemain, dan penggemar juga menilai kekalahan itu sebagai sesuatu yang “benar-benar dapat diterima”. Sejumlah pendapat menyebut tim U23 Tiongkok sudah mencapai batas kemampuan di turnamen ini, sementara Jepang menunjukkan perbedaan mencolok dalam pemikiran taktis, kualitas pembinaan pemain muda, serta kemampuan menjalani pertandingan level tinggi.

Meski demikian, media Tiongkok tetap menyoroti sisi positif dari keberhasilan tim U23 mereka mencapai final untuk pertama kalinya. Sohu menyebut pencapaian itu sebagai tonggak penting yang menunjukkan kemajuan sepak bola usia muda Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, meski jarak dengan negara-negara terkemuka di Asia masih besar.

Jfdaily menilai status runner-up sebagai capaian bersejarah, namun kekalahan 0-4 menjadi pengingat bahwa semangat dan usaha sesaat tidak cukup untuk mengejar Jepang. Media tersebut mendorong perlunya reformasi jangka panjang, terutama dalam pengembangan pemain muda, lingkungan bermain, dan pola pikir pembangunan berkelanjutan.

Sina Sports merangkum pandangan itu dengan menegaskan bahwa mencapai final merupakan peristiwa bersejarah, tetapi kekalahan telak adalah peringatan. Menurut komentar yang dikutip media tersebut, jarak dengan Jepang tidak akan menyempit tanpa perubahan mendasar dan berkelanjutan.

Secara umum, itulah nada besar pemberitaan di Tiongkok setelah hasil final: kekalahan yang menyakitkan, namun dinilai penting sebagai bahan evaluasi untuk langkah ke depan.