BERITA TERKINI
Masjid Jami’ Al Wiqoyah di Jagakarsa Tampilkan Perpaduan Gaya Timur Tengah, Afrika, dan Melayu

Masjid Jami’ Al Wiqoyah di Jagakarsa Tampilkan Perpaduan Gaya Timur Tengah, Afrika, dan Melayu

Masjid Jami’ Al Wiqoyah yang berada di pertigaan Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menarik perhatian jamaah yang melintas, bukan hanya karena fungsinya sebagai tempat ibadah, tetapi juga karena tampilan arsitekturnya yang menonjol. Masjid berlantai dua ini menampilkan eksterior berwarna krem yang memadukan gaya Timur Tengah, Afrika, dan Melayu.

Suasana menjelang petang terasa khidmat saat azan Ashar menggema di ruang yang terbuka. Usai azan, jamaah berbaris rapi untuk melaksanakan shalat berjamaah di dalam masjid.

“Saya kebetulan lewat sini dan melihat masjid yang bagus. Jadi, sekaligus saja saya shalat di sini,” kata Rahmad, jamaah asal Lenteng Agung, Jakarta, yang saat itu melintas di sekitar masjid.

Di balik tampilannya, rancangan masjid ini disebut dibuat oleh arsitek hanya dari coretan tangan, tanpa gambar teknis.

Perpaduan unsur arsitektur

Karakter Timur Tengah tampak dari bentuk lengkungan yang hampir menghiasi setiap bagian masjid. Lengkungan menjadi elemen dominan pada fasad, sekaligus berfungsi seperti penaung bagi ruang jendela di bagian terluar.

Sementara itu, unsur Afrika dihadirkan melalui pengaruh arsitektur peninggalan Dinasti Mamluk, dinasti yang pernah berkuasa di Mesir dan Suriah pada abad ke-13 dan dikenal memberi kontribusi pada perkembangan arsitektur Islam.

Salah satu pengaruh Mamluk yang terlihat di Masjid Al Wiqoyah adalah motif dekoratif geometris yang rumit dan detail. Motif tersebut dikenal sebagai Mamluk Star atau Mamluk Rose, berupa motif bintang yang saling berkait. Dalam tulisannya tentang arsitektur Mamluk, David Cahyo Herwinaldo menyebut motif ini hampir selalu hadir pada bangunan-bangunan di Mesir.