BERITA TERKINI
Mantan Dubes RI: Rusia dan China Dinilai Paling Berpeluang Redam Ketegangan Iran-AS

Mantan Dubes RI: Rusia dan China Dinilai Paling Berpeluang Redam Ketegangan Iran-AS

Mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit, menilai Rusia dan China masih memiliki peluang paling besar untuk memengaruhi arah kebijakan Amerika Serikat di tengah ketegangan Iran-AS. Menurut Dian, berbagai upaya mediasi internasional saat ini sulit berhasil karena Presiden AS Donald Trump dinilai tidak lagi membuka ruang bagi banyak pihak untuk memengaruhi keputusannya.

“Semua tidak akan mempan kecuali bisa membujuk Trump,” kata Dian di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Dian berpendapat, Rusia dan China memiliki probabilitas lebih besar untuk didengar Washington karena keduanya merupakan kekuatan global dengan daya tekan strategis terhadap Amerika Serikat, baik dari sisi ekonomi, geopolitik, maupun keamanan internasional. Ia menambahkan, posisi kedua negara sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB serta keterlibatan mereka dalam berbagai konflik global membuat keduanya sulit diabaikan.

“Proses perundingan sekarang mau tidak mau harus melibatkan mediator yang punya kemampuan menekan Trump. Yaitu China dan Rusia,” ujarnya.

Dian membandingkan situasi tersebut dengan era Presiden Barack Obama, ketika mediasi internasional dinilai masih relatif efektif karena Amerika Serikat dianggap membuka ruang komunikasi dengan banyak negara besar, termasuk negara-negara Eropa.

Namun, menurutnya, pola itu berubah dalam kepemimpinan Trump. Kebijakan luar negeri AS disebut lebih terpusat pada keputusan personal Presiden, sehingga mediator tradisional seperti negara-negara Eropa dinilai tidak lagi memiliki pengaruh kuat.

Ia menilai perubahan sikap negara-negara anggota NATO seperti Prancis dan Inggris dapat membantu meredakan ketegangan, tetapi tetap dianggap belum cukup kuat untuk memberikan tekanan langsung kepada Trump sebagaimana Rusia dan China.