BERITA TERKINI
Macron Tolak Serangan untuk Ubah Rezim Iran, Peringatkan Risiko Kekacauan

Macron Tolak Serangan untuk Ubah Rezim Iran, Peringatkan Risiko Kekacauan

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan perbedaan sikap dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Iran. Macron menolak pendekatan militer yang lebih keras terhadap Teheran, terutama jika tindakan tersebut bertujuan mendorong perubahan rezim di republik Islam itu.

Pernyataan Macron muncul saat Trump, sejak Selasa (17/6) pagi waktu setempat, meningkatkan retorika dengan menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Iran dan memperingatkan bahwa kesabaran Amerika Serikat menipis, di tengah perang udara Israel-Iran yang terus berlangsung.

Macron menegaskan bahwa Prancis tidak menginginkan Iran memiliki senjata nuklir. Namun, ia memperingatkan bahwa upaya mengganti rezim melalui serangan militer akan memicu ketidakstabilan.

“Kami tidak ingin Iran mendapatkan senjata nuklir,” kata Macron. “Namun, kesalahan terbesar adalah menggunakan serangan militer untuk mengubah rezim karena akan terjadi kekacauan, dan tanggung jawab kami adalah kembali ke pembicaraan secepat mungkin agar dapat menetapkan kembali arah pada masalah nuklir dan balistik ini,” lanjutnya.

Menurut Macron, program nuklir Iran harus kembali berada di bawah pengawasan internasional dan persenjataan rudal balistiknya perlu dikurangi. Meski demikian, ia secara tegas menentang serangan terhadap infrastruktur energi, warga sipil, serta tindakan militer yang dapat memicu perubahan rezim.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dapat menghadapi nasib serupa dengan mantan presiden Irak Saddam Hussein, yang digulingkan dalam invasi pimpinan AS dan kemudian dieksekusi pada 2006 setelah diadili.

Macron menyinggung pengalaman intervensi militer di Irak pada 2003 dan Libya pada dekade berikutnya sebagai contoh yang, menurutnya, tidak menghasilkan dampak positif. “Apakah ada yang berpikir bahwa apa yang dilakukan di Irak pada tahun 2003 adalah ide yang bagus? Apakah ada yang berpikir bahwa apa yang dilakukan di Libya pada dekade berikutnya adalah ide yang bagus? Tidak!,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak ketegangan kawasan terhadap negara-negara lain, termasuk Irak dan Lebanon. Macron mengatakan negara-negara tersebut perlu dibantu untuk mengurangi ancaman terhadap keamanan mereka, tetapi tidak membutuhkan situasi yang semakin kacau.